Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Achmad Yurianto
Dream - Kasus penularan Covid-19 di Indonesia belum turun dari angka seribu. Dalam 24 jam terakhir, terdapat 1.671 kasus baru infeksi virus corona.
" Dari pemeriksaan spesimen, kasus positif bertambah 1.671 sehingga total 74.018 orang," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanggulangan Covid-19, Achmad Yurianto, Sabtu 11 Juli 2020.
Kasus baru itu tersebar di sejumlah daerah. Di Jawa Timur, kasus baru positif Covid-19 mencapai 409. Sementara, 318 pasien di Jatim dinyatakan sembuh.
Kasus baru di DKI Jakarta dalam 24 jam terakhir juga tinggi, tercatat ada penambahan 378 orang. Sementara, 215 pasien di DKI Jakarta dinyatakan sembuh.
Di Sulawesi Selatan, jumlah kasus baru dalam 24 jam terakhir tercatat 180 orang. Sementara, 176 dinyatakan sembuh. Jawa Tengah mencatatkan kasus baru dengan jumlah 100 orang, 50 pasien dinyatakan sembuh.
Di Sumatera Utara, tercatat 87 kasus baru, kalimantan Selatan 79 kasus baru. " Hari ini 18 provinsi melaporkan kasus baru di bawah sepuluh," tambah Yurianto.
Jambi, Kalimantan Barat, kalimantan Utara, Lampung, dan Nusa Tenggara Timur tidak ada penambahan kasus baru.
Yurianto menambahkan, dalam 24 jam terakhir terdapat total 1.190 pasien yang dinyatakan sembuh. Sehingga total pasien Covid-19 yang sudah sembuh berjumlah 34.719 orang.
" Kasus meninggal tambah 66 orang, sehingga total menjadi 3.535 orang," tambah Yurianto.
Menurut penelitian para ahli, kata Yurianto, salah satu faktor kasus positif masih tinggi adalah ketidakdisiplinan memakai masker. " Oleh karena itu kami ingatkan kembali gunakan masker, gunakan masker yang nayaman."
Yurianto menambahkan, masyarakat bisa memakai masker kain maupun masker medis." Menggunakan masker jadi penting."
Saat ini, kata dia, banyak masyarakat yang memakai masker namun menurunkannya karena merasa tidak nyaman, sehingga tidak menutup hidung dan mulut. " Ini sumber penularan, tidak gunakan masker dengan berbagai alasan."
Menurut dia, beberapa ahli mengatakan mikrodroplet atau droplet kecil seperti aerosol semprotan obat nyamuk akan melayang-layang di udara, terutama di ruangan tertutup dengan sirkulasi buruk. Sehingga, ruangan yang bagus harus dilengkapi ventilasi.
" Sehingga bila ada droplet orang positif bisa dihilangkan," tambah dia.
" Gunakan masker, kasus penularan tinggi ditandai kesadaran penggunaan masker yang rendah," tambah Yurianto.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya