Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Hagia Sophia Akan Difungsikan Lagi Sebagai Masjid (Shutterstock.com)
Dream - Dewan Negara selaku pengadilan tertinggi Turki membuka peluang dijadikannya Hagia Sophia sebagai masjid. Status bangunan bersejarah era Kekaisaran Bizantium itu sebagai museum resmi dicabut lewat putusan pengadilan.
Putusan tersebut dijatuhkan atas permohonan pengalihan status yang diajukan oleh LSM Turki. Dewan Negara yang sempat berselisih mengenai permohonan LSM itu akhirnya membatalkan keputusan kabinet 1934 dan menetapkan bangunan abad ke-enam akan dibuka kembali untuk tempat ibadah umat Islam.
Presiden Recep Tayyip Erdogan sebelumnya juga pernah mengusulkan pemulihan status situs Warisan Dunia UNESCO tersebut menjadi masjid kembali. Selama puluhan tahun sejak Turki menjadi negara sekuler, bangunan yang menjadi penanda era pemerintahan Bizantium Kristen dan Otoman Islam ditetapkan sebagai museum.
" Disimpulkan bahwa akta penyelesaiannya adalah sebagai masjid dan penggunaan di luar itu tidak dimungkinkan secara hukum," demikian putusan Dewan Negara, dikutip dari Aljazeera.
" Keputusan kabinet pada 1934 yang mengakhiri penggunaan (Hagia Sophia) sebagai masjid dan didefinisikan sebagai museum telah bertentangan dengan hukum," demikian lanjut putusan tersebut.
Tidak diketahui secara pasti apakah putusan Dewan Negara akan langsung berlaku atau tidak.
Hagia Sophia pertama kali dibangun sebagai katedral di era Kekaisaran Bizantium Kristen. Bangunan tersebut dialihfungsikan menjadi masjid setelah penaklukan Kekaisaran Ottoman atas Konstantinopel pada 1453.
Di masa-masa awal Turki sebagai negara sekuler modern di bawah Mustafa Kemal Ataturk, Hagia Sophia ditetapkan sebagai museum pada 1935.
Menanggapi putusan itu, Gereja Ortodoks Rusia mengatakan vonis itu dapat menyebabkan perpecahan yang lebih besar.
Amerika Serikat, Rusia, dan Yunani, bersama dengan UNESCO, telah menyatakan keprihatinan mereka sebelum keputusan itu.
Erdogan awal bulan ini menolak kritik internasional atas rencana pemulihan kembali Hagia Sophia masjid. Erdogan menganggap kritik tersebut sebagai serangan terhadap kedaulatan Turki.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya