Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wabah Zombie Bisa Saja Terjadi, Menunggu Virus Atau Parasit Tertentu Berevolusi. (Foto Ilustrasi: Shutterstock)
Dream - Selama ini zombie hanya ada di film-film Hollywood. Banyak yang merasa ngeri jika virus yang menyebabkan orang jadi zombie muncul di dunia nyata.
Tapi para ilmuwan baru-baru ini membuat penemuan yang cukup mengejutkan tentang parasit yang bisa mengendalikan otak makhluk yang jadi tempat tinggalnya.
Tidak itu saja, mereka juga percaya bahwa virus yang selama ini jadi sumber penyakit bisa berevolusi dan mengubah manusia menjadi makhluk mirip zombie.
Dalam sebuah percobaan, para ilmuwan University of California menemukan bahwa parasit yang dikenal sebagai toxoplasmosa gondii diketahui mampu menginfeksi dan mengendalikan otak tikus.
Parasit toxoplasmosa gondii dapat memanipulasi perilaku hewan pengerat itu sehingga membuatnya tidak takut meski ada kucing di sekitarnya.
Yang membuat para ilmuwan ngeri adalah parasit itu memiliki kemampuan untuk membuat tikus berjalan menuju kucing yang akan memangsanya.
Namun, yang lebih mengkhawatirkan para ilmuwan adalah kemiripan otak tikus dan manusia. Karena mirip itulah mereka menggunakan tikus dalam percobaannya.
Diyakini bahwa separuh manusia di seluruh dunia memiliki versi parasit yang tidak aktif pada otak mereka dalam bentuk kista yang tidak berbahaya.
Meskipun demikian, bagi beberapa orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, parasit tersebut bisa mengambil alih. Hal ini terlihat pada pasien dengan skizofrenia dan kecenderungan bunuh diri.
Para ilmuwan mengungkapkan bahwa parasit toxoplasmosa gondii lebih kuat dari yang diperkirakan sebelumnya.
Wendy Ingham, yang terlibat dalam penelitian ini, memperingatkan bahwa parasit toxoplasmosa ini sangat berbahaya jika sudah aktif di otak manusia.
" Mengetahui bahwa parasit lebih mengenal otak kita daripada kita sendiri, dan memiliki kemampuan untuk melakukan perubahan dalam perilaku tikus yang rumit, benar-benar menarik.
" Toxoplasma telah melakukan pekerjaan yang fenomenal dalam mempelajari otak mamalia untuk meningkatkan penularannya melalui siklus hidup yang rumit," kata Ingham.
Sementara itu, ilmuwan lainnya yakin bahwa virus yang selama ini jadi sumber penyakit mampu mengendalikan tingkah laku manusia setelah mengalami evolusi.
Dr. Ben Neuman, seorang profesor virologi di University of Reading, percaya bahwa virus seperti rabies dapat berevolusi dan menyetir umat manusia.
" Ada parasit di luar sana yang hampir punya kemampuan memunculkan fenomena zombie dalam dunia nyata," katanya.
Dia mencontohkan penyakit rabies yang disebabkan oleh virus yang ada pada mulut anjing dan binatang liar lainnya.
" Coba lihat rabies yang mampu mengubah perilaku anjing. Penyaki ini ditransmisikan melalui gigitan, yang mengarah kepada kegilaan dan kejang-kejang.
" Tapi ada lebih banyak virus di luar sana yang menunggu untuk ditemukan, dan saya bertaruh bahwa di suatu tempat di alam, sesuatu seperti itu sedang terjadi," pungkas Dr. Neuman.
Sumber: Express.co.uk
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya