Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Achmad Yurianto (Liputan6)
Dream - Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengimbau masyarakat, khususnya warga di Bndung, Jawa Barat tak panik dengan munculnya klaster baru penularan Covid-19 di Sekolah Perwira (Secapa) AD.
Tim Gugus Tugas Nasional Covid-19 telah turun menyisir dan mengendalikan persebaran virus di klaster baru tersebut.
" Dari kordinasi kami terakhir dan pengecekan dari klaster Secapa TNI AD, dari 1.262 kasus konfirmasi positif, 17 orang dirawat di rumah sakit, saat ini kondisi yang dirawat sudah membaik tidak ada lagi yang demam yang panas dan keluhan batuk minimal," kata Yurianto saat jumpa pers di Graha BNPB Jakarta, Jumat 10 Juli 2020.
Yurianto melanjutkan, Tim Gugus Tugas Covid-19 akan melakukan karantina ketat di Kompleks Secapa TNI AD terutama kepada mereka yang tidak menjalankan rawat inap.
" Protokol karantina menggunakan standar internasional dari WHO, kami tidak mengizinkan ada orang dalam yang keluar, begitu juga sebaliknya," tegas Yurianto.
Dengan demikian, Yurianto meyakini, ledakan kasus di titik tersebut di Jawa Barat sudah tertangani dan masyarakat sekitar tidak perlu khawatir lagi.
" Kita harap masyarakat tidak panik, ini sudah tertangani, kita juga pantau ketat oleh Dinkes Jawa Barat, Dinkes Kota Bandung dan Dinas Kesehatan Kodam 3 Siliwangi, kita bisa kendalikannya dengan baik," Yurianto menandasi.
(Sah, Sumber: Liputan6.com)
Dream - Presiden Joko Widodo mengingatkan seluruh kepada daerah untuk hati-hati dan waspada terhadap pandemi Covid-19. Ini mengingat angka positif Covid-19 secara nasional menunjukkan peningkatan sangat tinggi pada Kamis kemarin, 9 Juli 2020.
" Angka kasus positif Covid-19 secara nasional pada Kamis 9 Juli 2020 tercatat 2.657 kasus. Ini lampu merah buat kita," ujar Jokowi di Instagram.
Saat rilis perkembangan kinerja data Covid-19 pada Kamis sore, Jokowi sedang berada di Kalimantan Tengah untuk kunjungan sehari. Dari Kalteng, Jokowi meminta seluruh kepala daerah tetap berhati-hati dalam pengendalian Covid-19.
" Saya meminta daerah tidak terlena dengan angka positif Covid-19 yang rendah di daerahnya dan tidak menganggap enteng pandemi ini. Penyebaran Covid-19 di seluruh Tanah Air ini sangat tergantung kepada bagaimana daerah mengendalikannya," kata Jokowi.
Jokowi mencontohkan Kalteng hingga saat ini mencatatkan kasus positif sebanyak 1.093 orang. Jumlah pasien dalam perawatan 393 orang, sembuh 634 orang, dan meninggal 66 orang.
" Kalau angka yang masih kecil ini tidak dikendalikan dengan baik, hati-hati, angkanya bisa bertambah banyak," kata Jokowi.
Lebih lanjut, Jokowi mengingatkan ada dua hal yang perlu dikendalikan di tengah pandemi. Keduanya yaitu kesehatan dan ekonomi.
" Kesehatan tetap harus menjadi prioritas, meski perekonomian juga harus tetap bisa berjalan," tegas Jokowi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya