Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Virus Baru Di Kazakhstan Menyebabkan Jenis Pneumonia Yang Belum Dikenal Dunia Kedokteran. (Foto: Freepik.com)
Dream - Belum reda pandemi virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19 menyerang seluruh dunia, kini muncul lagi wabah baru mirip pneumonia di Kazakhstan.
Kedutaan China di Kazakhstan melaporkan pneumonia tak dikenal ini disebut-sebut lebih mematikan dari virus Covid-19 yang sekarang jadi momok menakutkan di seluruh dunia.
Penyakit baru itu dikabarkan telah menginfeksi ratusan warga Kazakhstan dengan lonjakan kasus tertinggi terjadi pada bulan Juni lalu.
Melalui peringatan yang diberikan kepada warga China di negara itu, kedutaan mengatakan bahwa tingkat kematian penyakit ini jauh lebih tinggi daripada virus SARS-CoV-2.
Dikatakan bahwa departemen kesehatan Kazakhstan sedang melakukan penelitian komparatif terhadap virus pneumonia, tetapi belum mengidentifikasi virus yang menyebabkan penyakit baru itu.
Situs berita SCMP melaporkan kedutaan besar China di Kazakhstan tidak memberi penjelasan mengapa menggambarkan penyakit itu sebagai pneumonia tak dikenal.
Sementara para pejabat dan media di Kazakhstan hanya menyebut penyakit tersebut sebagai pneumonia saja.
Wilayah-wilayah yang mencatat lonjakan kasus yang signifikan sejak pertengahan Juni meliputi Provinsi Atyrau dan Aktobe, serta Kota Shymkent, menurut situs kedutaan China, mengutip laporan media setempat.
Shymkent dan ibu kota Atyrau terpisah sejauh 1.500 km, sementara jarak antara ibu kota Atyrau dan Aktobe adalah 330 km.
Sejauh ini, ada sekitar 500 kasus pneumonia di tiga tempat, dengan lebih dari 30 pasien dalam kondisi kritis.
Selain itu, seluruh negara Kazakhstan telah melaporkan 1.772 kematian akibat pneumonia pada semester pertama tahun 2020.
Sebanyak 628 kasus di antaranya tercatat pada bulan Juni, termasuk beberapa warga negara China menjadi korbannya.
" Kedutaan besar China di Kazakhstan mengingatkan warga negara China di sini untuk mewaspadai situasi dan meningkatkan pencegahan untuk menurunkan risiko infeksi," kata kedutaan dalam sebuah pernyataan.
" Sekitar 300 orang yang didiagnosis menderita pneumonia sedang dirawat di rumah sakit setiap hari," kata Saule Kisikova, kepala departemen perawatan kesehatan di ibu kota Nur-Sultan, kepada kantor berita Kazinform.
Sumber: World of Buzz
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya