Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Desa Unik, Foto : Youtube Haris Horee
Dream - Indonesia memiliki 34 provinsi dengan bebagai macam suku yang tersebar di lima pulau besar serta ribuan pulau kecil lainnya, dengan berbagai keunikan tersendiri di masing-masing daerah.
Seperti salah satunya yang ada di Desa Condro, Karangsumber, Winong, Pati, Jawa Tengah. Desa tersebut hanya dihuni oleh 4 keluarga. Padahal jika dilihat dalam konten kanal YouTube Haris Horre, desa itu cukup luas dengan banyak sawah dan perkebunan.
" Dukuh ini terbilang unik dan hanya satu satunya dukuh di dunia yang ada ini. Hanya ada beberapa rumah di sini sekitar 4 rumah, dulu ada 7 sekarang ada 4. Dulu di kiri jalan 3 sekarang hanya di kanan jalan aja," kata Haris.


Empat keluarga yang masih bertahan tinggal di sana diantaranya yaitu Mbah Giman, Mbah Sani, Mbah Suntoro, dan Mbah Paseman.
Ternyata yang membuat desa tersebut sepi dan hanya empat keluarga yang tersisa karena jalanan di desa tersebut kecil dan rusak serta hanya bisa diakses oleh motor.
" Podo pindah, amargi dereng diaspal (banyak yang pindah karena jalan belum diaspal)," ujar Mbah Giman.
Padahal, jika akses jalan di desa itu bagus. Ia yakin pasti banyak yang bertahan dan tidak meninggalkan desa tersebut.
" Kalau jalannya bagus, sebenarnya bisa. Cuma materialnya tidak bisa masuk, kurang lebar, untuk memuat pasir kan tidak kuat," imbuhnya.
Rata-rata dari empat keluarga yang tersisa ini, mereka bekerja sebagai petani. Begitu juga dengan Mbah Giman, sedangkan jika ada kegiatan kumpul kampung, mereka harus bergabung dengan desa lain.
" Pertama ngehuni Condro, sejak belum merdeka. Tidak ada Rt, jadi kalau kumpulan Rt gabung sama Karangmalang," tutur Mbah Giman.
Mba Giman berharap desa ini tetap bertahan meski hanya dihuni oleh empat keluarga saja.
" Semoga tetap lestari, tetap ada, tidak pindah semua. Condro itu tidak boleh dirusuhi orang, mboten dicandak uwong (tidak diambil orang). Itu motor pernah diambil orang, selang dua hari sudah balik lagi," ujar Mbah Giman.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam