Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi AirAsia (merdeka.com)
Dream - Sambaran petir di Laut Jawa kemungkinan berkontribusi terhadap hilangnya AirAsia Flight QZ8501 rute Surabaya-Siangapura, pada Minggu 28 Desember 2014.
Earth Network, sebuah perusahaan yang memonitor cuaca di seluruh dunia, mencatat sejumlah serangan petir di dekat jalur penerbangan AirAsia QZ8501.
Diketahui, saat ini adalah puncak musim hujan di Indonesia. Beberapa badai berada di jalur pesawat. Dan komunikasi akhir dari kokpit adalah permintaan mengubah rute penerbangannya untuk menghindari badai.
Sambaran petir memang tidak mampu menghancurkan pesawat jenis A320. Namun berpotensi mempengaruhi sistem navigasi dan kilat mampu membuat pilot mengalami disorientasi dalam sejenak.
Petir merupakan sebuah kekuatan besar yang dapat menyebabkan kerusakan parah sebuah pesawat. Dalam kecelakaan pesawat sebelumnya, salah satu penyebab utama merupakan turbulensi.
Turbulensi akibat badai dapat menjadi kuat dan angin kencang bisa mengganggu aliran udara mesin jet, yang dapat menyebabkan mesin mati.
Namun, kematian kedua mesin dalam situasi seperti itu sangat tidak mungkin. Karena Airbus A320 bersertifikasi untuk terbang hingga tiga jam pada mesin tunggal, sesuai peraturan keselamatan penerbangan global.
Sebelumnya CEO AirAsia, Tony Fernandes mengatakan, badai membuat pilot memutuskan untuk mengganti jalur penerbangan. Meski begitu, ia tidak mau menjelaskannya lebih lanjut.
Ia menegaskan tidak mau berspekulasi apakah cuaca menjadi faktor hilangnya pesawat AirAsia QZ8501.
(Ism, Sumber: New York Times, ibtimes.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya