Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tes Uji Tabrak (ilustrasi)
Dream - Produsen mobil Jepang, Honda, akan menarik ratusan ribu Honda City di Malaysia karena ada cacat pada komponen airbag inflator di airbag (kantung udara) bagian pengemudi.
Airbag inflator tersebut adalah komponen yang bertugas mengembangkan airbag jika terjadi kecelakaan. Selama ini Honda bermitra dengan Takata Corp sebagai pemasok airbag inflator untuk semua mobil produksinya.
Keputusan Honda itu didasari pada lima kecelakaan yang terjadi di Malaysia dan Amerika Serikat. Semuanya berkaitan dengan gagalnya airbag di sisi kemudi untuk mengembang saat terjadi tabrakan.
Kecelakaan di Malaysia pada 27 Juli lalu itu adalah yang kelima yang melibatkan mobil buatan Honda jenis city car tahun 2003. Kecelakaan itu menewaskan seorang perempuan yang tengah hamil.
Honda baru menerima kabar kecelakaan yang disebabkan airbag gagal mengembang itu satu bulan kemudian.
" Wanita itu meninggal, demikian juga dengan bayi yang dikandungnya," kata Jordhatt Johan, kepala humas Honda Malaysia. " Penyebabnya adalah pecahnya inflator."
Secara global, Honda akan menarik lebih dari 12 juta mobil yang semuanya memiliki airbag produksi Takata. Sebelumnya Honda sudah menarik jutaan mobil dan pekan ini langkah tersebut diperluas menyusul kecelakaan di Malaysia.
Menurut Jordhatt, Honda baru mengetahui komponen inflator yang bertanggung jawab mengembangkan airbag di bagian kemudi rusak karena Takata gagal melakukan quality control setelah proses produksi.
Inflator yang cacat sangat berbahaya karena bisa meledak dan serpihannya bisa melukai pengemudi dan penumpang lainnya.
Jordhatt mengatakan Honda tetap akan menggunakan airbag buatan Takata dan tidak berencana berganti pemasok. Dia puas Takata bersedia mengganti semua airbag yang cacat tersebut.
" Kami yakinkan kepada konsumen bahwa untuk model-model terbaru tidak terpengaruh dengan kasus ini." Namun Jordhatt tidak bersedia menjelaskan lebih lanjut mengenai kecelakaan yang sudah terjadi atau memngomentari soal kompensasi terhadap korban.
Akibat kejadian ini, Takata Corp saat ini sedang dalam penyelidikan Departemen Kehakiman AS.
(Sumber: Emirates 24/7)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya