Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Petugas KRL Mengobati Ibu Paruh Baya (Facebook Priska Devina Handoko)
Dream - Kisah teladan seorang petugas KRL mengobati ibu paruh baya yang terluka di gerbong perempuan Commuter Line tujuan Tanah Abang-Serpong, menuai pujian dari netizen.
Sebuah pemandangan yang mungkin jarang dijumpai sekarang ini, difoto oleh penguna Facebook bernama Priska Devina Handoko yang kemudian di-posting di dalam akunnya. Kebetulan Priska tengah berada di situ.
Peristiwa itu terjadi 9 November lalu, awalnya seorang ibu paruh bayu merintih kesakitan sambil jalan tergopoh-gopoh masuk ke dalam gerbong KRL. Ia lalu berdiri dekat, karena saat itu semua kursi sudah terisi penuh.
Tiba-tiba seorang petugas KRL bernama Supriatna mendekati si ibu. " Kenapa, Bu?" tanya si petugas. " Saya jatuh tadi," jawab si ibu sambil menahan rasa sakit.
Dari kantong putih dekat pentungannya, Supriatna mengeluarkan obat Betadine ukuran kecil. Lalu ia jongkok mengobati luka di kaki si ibu.

" Saya tercekat. Buru-buru keluarkan HP saya. Foto sebisa saya momen seperti ini," tulis Priska di caption foto.
" Sebuah pemandangan yang jarang dijumpai. Seorang petugas mau melayani penumpang umum sampai sedemikian."
Foto itu langsung banyak di-shared netizen. Mereka juga memberikan pujian untuk si petugas KRL. Berikut rangkuman komentarnya;
" Teladan yang baik," kata Timotius Jongkie Gunawan.
" Wah semoga foto ini bisa sampe ke atasannya dan rekan-rekannya, biar jadi teladan pelayanan," komentar Nana Lystiani.
" Tanpa harus berkoar-koar, dengan kasih melakukan yang diharapkan dalam program " Revolusi Mental," ujar Agustinus Parinding.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya