Gugur Usai Kawal Pesawat Kala Gempa Palu, Agung Diberi Kenaikan Pangkat

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Sabtu, 29 September 2018 18:44
Gugur Usai Kawal Pesawat Kala Gempa Palu, Agung Diberi Kenaikan Pangkat
Perusahaan pelat merah ini mengapresiasi dedikasi Agung.

Dream – Anthonius Gunawan Agung, Petugas Air Traffic Controller (ATC) di Bandara Sis Al Jufri, Palu, Sulawesi Tengah yang meninggal dunia setelah bertugas mengawal sebuah pesawat lepas landas kala gempa terjadi mendapat kenaikan pangkat. 

Dedikasinya terhadap dunia penerbangan mendapatkan apresiasi dari Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia berupa kenaikan dua pangkat untuk Agung.

“ Keluarga besar AirNav berduka ataa berpulangnya Almarhum. Alm Agung telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa dalam memberikan pelayanan untuk mewujudkan keselamatan penerbangan,” kata Direktur AirNav Indonesia, Novie Riyanto, di Makassar, Sulawesi Selatan, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Sabtu 29 September 2018.

Novie mengatakan upacara penyerahan jenazah kepada keluarga almarhum akan digelar malam ini di Makassar. Meski kedua orang tua almarhum tinggal di Papua, sebagian besar keluarga besarnya tinggal di Makassar. 

“ Dari komunikasi kami dengan keluarga almarhum Agung rencana akan dimakamkan di Makassar,” kata dia.

1 dari 1 halaman

Memastikan Penerbangan Aman sebelum Menyelamatkan Diri

Agung adalah personel yang bertugas di Tower ATC AirNav Indonesia Cabang Palu, Bandara Mutiara Sis Al-Jufrie. Sebelum gempa terjadi, dia sedang melayani pesawat Batik Air ID 6231 yang akan terbang dari Palu menuju Makassar. Agung telah memberikan clearance kepada Batik saat gempa terjadi.

Personel AirNav lainnya yang tidak sedang melayani kemudian turun saat gempa terjadi. Dia belum dapat turun karena pesawat belum take off dengan sempurna. Agung menunggu pesawat Batik hingga airborne.

Sayang, saat pesawat sudah lepas landas dengan aman kondisi gempa sudah semakin kuat.

“ Beliau akhirnya memutuskan melompat dari cabin tower yang berada di lantai 4. Akibatnya beliau mengalami patah kaki,” kata Novie.

Personel AirNav di Palu membawanya ke rumah sakit. Di Rumah Sakit didapat keterangan mengenai kondisinya setelah keluar hasil rontgen, namun untuk penanganan selanjutnya harus dirujuk ke Rumah Sakit yang lebih besar karena diindikasi ada luka dalam.

AirNav berupaya untuk mendatangkan helikopter dari Balikpapan. Namun karena kondisi bandara, helikopter baru dapat diterbangkan pagi ini.

Agung kemudian dibawa ke bandara untuk diterbangkan dengan helikopter menuju Balikpapan. Namun sebelum helikopter tiba, dia menghembuskan nafas terakhirnya. Agung akan diterbangkan menuju Makassar untuk selanjutnya dimakamkan di Makassar sesuai dengan permintaan pihak keluarga. Anthonius Gunawan Agung lahir di Abepura, 24 Oktober 1996.

Beri Komentar