Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Pemuda bernama Muhammad Akbar Tanjung menjadi korban peluru nyasar Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumatera Selatan dan Satpol PP Palembang di Kampung Baru, Palembang.
Timah panas itu bersarang di bagian dada kiri. Akbar menjalani perawatan di Rumah Sakit Myria Palembang. Di ruang perawatan, dia menjelaskan kronologi kejadian yang dialami.
Dilaporkan Merdeka.com, Akbar berada di sebuah rumah yang tak jauh dari tempak kejadian perkara (TKP) razia narkoba BNN. Mendengar keributan, dia khawatir dan memutuskan mencari adiknya.
Baru keluar rumah, dia mendengar suara tembakan bertubi-tubi. Tiba-tiba satu peluru bersarang di dadanya.

Akbar kembali masuk kamar dengan berlumur darah. Akbar kemudian dibawa keluarga ke rumah sakit yang berada tak jauh dari kampung bekas lokalisasi itu.
" Saya sempat terjatuh ketika tertembak itu, habis itu masuk kamar. Ibu heran kenapa saya berdarah, saya bilang kena tembak," ujar Akbar, Jumat 1 Maret 2019.
Akbar mendengar beberapa kali tembakan. Tapi, dia mengaku, tak mengetahui sumber dan penyebabnya. " Sehari sebelumnya memang ada razia, tapi heran kenapa tadi malam ribut-ribut lagi," kata dia.
Kepala BNN Sumatera Selatan, Brigjen Pol Jhon Turman Panjaitan, mengatakan razia itu untuk mendalami temuan alat hisap sabu dari tempat hiburan pada razia sebelumnya. Diduga kuat, tempat itu menjadi sarang narkoba.
Dia mengatakan, petugas memang mengeluarkan tembakan peringatan ke atas. Karena kondisi tak memungkinan, razia batal digelar.
" Kami masih cek peluru yang bersarang di tubuh korban. Kamis siap tanggung jawab jika berasal dari kami," ucap dia.
Sumber: Merdeka.com/Irwanto
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya