7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Bocah Dan Gerhana Bulan (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Profesor Riset Astronomi-Astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, mengatakan, akan terjadi fenomena alam langka di langit Indonesia pada malam hari tanggal 31 Januari 2018. Fenomena tersebut yaitu gerhana matahari 'Darah-Biru' atau lazim disebut 'Super-Blue-Blood-Moon'.
" Disebut Supermoon karena jarak bulan masih terdekat dengan bumi, sehingga purnama dan gerhana tampak lebih besar dari biasanya," ujar Djamaluddin, dalam artikel yang dikutip Dream dari blognya pribadinya, Rabu 24 Januari 2018.
Disebut Blue Moon, kata Djamaluddin, karena merupakan purnama ke dua di bulan Januari. Purnama pertama terjadi pada 1 Januari lalu.

Skema gerhana bulan pada akhir Januari (tdjamaluddin.wordpress.com)
Sementara, gerhana bulan akhir Januari nanti juga disebut Blood Mood karena saat gerhana total terjadi, bulan tampak merah darah.
" Jadi, gerhana bulan pada 31 Januari 2018 boleh disebut Super-Blue-Blood-Moon," tulis Djamaluddin.
© Dream
Gerhana ini diprediksi terjadi di seluruh langit Indonesia. Menurut Djamaluddin, prosesnya dimulai pada pukul 18.48 WIB, mencapai fase puncak pada pukul 19.52-21.08 WIB, dan berakhir pada pukul 22.11 WIB.
" Prosesnya, mulai pukul 18.48 WIB bagian bawah (sisi Timur) purnama mulai tergelapi oleh bayangan bumi," kata Djamaluddin.
Kemudian, tambah Djamaluddin, pukul 19.52 sampai 21.08 bulan menjadi gelap kemerahan saat seluruh purnama masuk ke bayangan inti bulan.
" Warna merah disebabkan oleh pembiasan cahaya matahari oleh atmosfer bumi," kata dia.
Proses selanjutnya, secara perlahan cahaya purnama mulai tampak dari bagian kanan bawah (Timur). Proses gerhana kemudian berakhir pada pukul 22.11 WIB.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?