Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Seorang Ppasien Dirawat Di Rumah Sakit (Shutetrstock.com)
Dream - Bersyukurlah umat Islam dilarang mengonsumsi daging babi. Sebab, daging babi dan produk turunannya mengandung patogen yang mematikan.
Pengalaman mengenaskan karena mengonsumsi bagian dari daging babi telah dirasakan pemuda bernama Pao Nopparat Milinthanuch.
Pria dari Thailand ini harus kehilangan kedua kakinya karena memakan dadih darah babi yang mengandung patogen Streptococcus suis.
Kisah memilukan yang dialami Nopparat berawal pada tahun 2016 lalu, ketika dia pulang ke kampung halamannya.
Menurut laman Khaosod, insiden berawal ketika Nopparat pulang kampung untuk merayakan Festival Songkran.
Saat sesi jamuan makan, Nopparat makan beberapa potong dadih darah babi. Awalnya dia tidak merasakan hal yang aneh.
Namun, dia baru merasa tidak enak badan saat kembali ke Bangkok beberapa hari kemudian.
Nopparat mengaku ototnya jadi kram dan badannya demam. Tangan dan kaki juga terasa dingin.
Akhirnya, Nopparat memutuskan pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisinya tubuhnya.
Setelah melakukan beberapa tes, dokter menemukan bahwa darah Nopparat terinfeksi oleh patogen dan kondisinya memburuk dengan cepat.
Nopparat menderita sepsis, gagal ginjal akut dan juga mengalami kesulitan bernapas.
Para dokter dengan cepat mulai menanganinya. Tetapi waktu 24 jam ke depan merupakan momen penting dalam hidup Nopparat.
Jika tidak segera ada perbaikan yang berarti, Nopparat tidak dapat bertahan hidup.
Pada saat itu, kakinya mulai mengalami nekrosis (pembusukan) akibat ada infeksi di jari kakinya. Dokter memberi rekomendasi agar Nopparat menjalani amputasi untuk menyelamatkan hidupnya.
Noparat benar-benar tidak punya pilihan selain mengamputasi kakinya. Baru-baru ini, dia muncul di sebuah talk show untuk berbagi pengalaman buruknya setelah mengonsumsi dadih darah babi.
Badan Kesehatan Dunia, WHO, menyatakan bahwa patogen Streptococcus suis menular tidak hanya melalui makanan yang dimasak kurang dari 70 °C. Tetapi melalui luka dan lecet di tangan juga.
Biasanya ada masa inkubasi satu hingga tiga hari sebelum patogen mulai menyerang tubuh korbannya.
Beberapa gejala awal termasuk demam tinggi, mual, muntah, sakit kepala parah, dan nyeri sendi.
Dalam kasus yang sangat parah, infeksi patogen ini bahkan dapat menyebabkan meningitis atau radang selaput otak.
Sumber: World of Buzz
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya