Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Penumpang Memberikan Cokelat Untuk Penumpang Lain (Foto: Facebook/Nasx Seth)
Dream - Ujian kesabaran umat Islam yang berpuasa kerap muncul ketika Ramadan. Halangan menghadapi buka puasa kerap terjadi begitu saja.
Begitu pula, sebagian penumpang yang menaiki kapal feri dari Langkawi ke Kuala Kedah, Malaysia. Kapal feri yang mereka tumpangi tiba-tiba menghadapi masalah teknis di tengah laut dan terpaksa berbalik arah.
Muhammad Nasir Kadir mengatakan, dia bersama keluarganya berada di atas kapal feri tersebut dengan tujuan Langkawi ke Alor Setar, Kedah. Dia mengatakan, ketika menaiki kapal, tak ada persiapan membeli bekal untuk berbuka puasa.
" Feri yang kami naiki sebetulnya sampai di Terminal Feri Kuala Kedah pukul 6.30 petang. Jadi, kami menyangka masih sempat untuk berbuka di rumah," ujar Nasir dikutip dari Mstar, Jumat, 10 Mei 2019.
Tapi, saat perjalanan kira-kira pukul 6 petang, kru kapal mengumumkan kapal feri mengalami kerusakan. Kapal harus kembali ke Terminal Feri Kuah.
" Sampai di Terminal Feri Kuah sudah pukul 19.00 terus kami naik ke feri lain dan bertolak ke kuala kedah," kata dia.
Dalam perjalanan ke Kuala Kedah, terdapat petugas feri yang menjual minuman. Tetapi, jumlah yang disediakan tak bisa didapat sebagian penumpang.
Tetapi, kemudian seorang perempuan Tionghoa mendekati Nasir. Perempuan itu menawarkan cokelat untuk berbuka puasa.
" Bibi itu mengatakan, kalau hanya minum saja tak mungkin kenyang. Dia tak hanya membuka satu kotak pak untuk penumpang, tetapi membuka semua kotak cokelat miliknya untuk dibagi-bagikan," ucap dia.
Setelah aksi bibi itu, para penumpang feri non-Islam itu turut menawarkan makanan dan minuman ke penumpang yang ingin berbuka.
" Tak hanya bibi itu saja, namun makin banyak yang membagi-bagikan makanan. Ada yang memberikan air minum, makanan, serta biskuit. Jujur, saya rasa ingini menangis terharu karena aksi tersebut," kata dia.
Nasir menceritakan, pengalamannya yang terjadi di hadapan matanya itu membuka matanya. Sikap rasis itu merupakan kehendak per orangan, bukan sekelompok ras.
" Kami hanya dapat berterima kasih, tak sempat untuk membalas jasa budi mereka. Kepada bibi berbaju merah itu, kalau kami dapat bertemu dengan bibi lagi, kami sekeluarga ingin ajak bibi untuk berbuka puasa bersama," ucap dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya