Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi berencana membatasi kecepatan laju kendaraan saat mudik Lebaran 2019. Keinginnya itu untuk meningkatkan keselamatan pemudik.
" Aada dua hal pokok yang harus dilakukan terkait keselamatan yaitu pembatasan kecepatan di jalan tol maksimal 100 kilometer per jam dan pemberian rambu-rambu lalu lintas," kata Budi Karya, dikutip dari laman resmi Kemenhub, Jumat, 10 Mei 2019.
Budi Karya menjelaskan, arus mudik tahun ini akan memberlakukan jalur satu arah di jalan tol. Rencananya, skenario jalur satu arah akan diterapkan pada puncak arus mudik, yaitu 30 hingga 31 Mei dan 1 hingga 2 Juni sejak pukul 06.00 selama 24 jam.
Lokasi penerapan satu jalur di tol akan dimulai dari KM 29 sampai KM 262.
Sementara itu, untuk arus balik akan diberlakukan pada 8 hingga 10 Juni 2019 sejak pukul 06.00. Titik awal arus balik yaitu, KM 198 Palimanan sampai KM 29 Cikarang Utama.
Meski demikian, keputusan tentang skenario kemacetan belum final. Menhub menargetkan keputusan akan keluar pada akhir pekan ini.
" Akhir minggu ini akan kita putuskan dan akan kita sosialisasikan, karena ini berkaitan dengan jalan keluar kemacetan dan persiapan untuk kabupaten-kabupaten yang menerima limpahan kendaraan yang keluar dari one way tersebut," kata dia.(Sah)
Dream - Korps Lalu Lintas Polri membagikan skenario rekayasa arus lalu lintas satu arah pada mudik 2019. Dalam video berdurasi 4 menit 10 detik itu dijelaskan kondisi penerapan satu arah dari Jakarta ke arah Jawa Tengah.
Dalam rekayasa itu dipaparkan, kendaraan dari arah Jakarta menuju ke Jawa Tengah akan dibuat satu arah. Proses satu arah mulai dari kilometer 25 atau setelah exit Tol Cibitung atau kilometer 29 Gerbang Tol Cikarang Utama hingga 262 Brebes Barat.
Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta Cikampek dan jalan Tol Cipali. Serta fasilitas di sepanjang jalan tersebut termasuk rest area.
Sementara itu, kendaraan dari arah Cipularang yang akan menuju Jakarta akan dialihkan menuju pantura melalui Cikampek.
Dari arah berkebalikan, kendaraan yang akan menuju Jakarta dari arah Semarang akan dikeluarkan melalui pintu keluar Tol Brebes Barat, melalui pantura menuju Cirebon hingga Karawang.
Pengguna kendaraan dapat masuk kembali ke tol melalui gerbang Tol Cikarang Barat hingga selanjutnya menuju arah Jakarta.
Kendaraan dari arah Purwokerto menuju Jakarta diarahkan menuju pantura, untuk selanjutnya menuju Cirebon dan Jakarta.
Selain arus mudik Lebaran, Korlantas Polri juga mempersiapkan skenario satu arah pada arus balik 2019.
Kendaraan yang datang dari arah Semarang akan menggunakan dua jalur A dan B pada kilometer 189 atau gerbang Palimanan menuju arah Jakarta. Setelah itu, diberlakukan normal pada kilometer 25 Cibitung atau kilometer 29 Cikarang Utama menuju ke arah Cawang.
Sedangkan kendaraan yang akan menuju ke arah Semarang, diarahkan menuju pantura Subang, Cirebon, dan masuk Tol Kanci hingga selanjutnya menuju Semarang.
Kendaraan yang dari arah Jakarta menuju Bandung dan Semarang akan dikeluarkan di jalur pantura melalui exit tol cikarang barat. Adapun kendaraan yang menuju Bandung dapat masuk melalui gerbang Tol Cikampek lalu masuk menuju Tol Cipularang.
Berikut adalah video ilustrasi rekayasa lalu lintas selama arus mudik dan balik seperti dikutip Dream dari akun @satlantas_mjlk:
View this post on Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya