Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dua Pengajar Turki Berbagi Pengalaman Puasa (Istimewa)
Dream - Setiap Muslim di seluruh dunia menjalankan kewajibannya berpuasa ketika Ramadan tiba. Tentu, berpuasa dengan waktu lebih panjang atau cuaca ekstrem menjadi tantangan tersendiri.
Terutama para Muslim yang tinggal di Turki. Pengalaman puasa mereka jauh berbeda dengan Muslim Indonesia.
Dua pengajar Yayasan Uicci Sulaimaniyah Turki, Sadiq Kemay Ataz dan Yusuf Yilmaz Sismek, membagi pengalaman mereka menjalani puasa di Turki maupun di Indonesia. Mereka menjadi narasumber dalam talk show 'Ramadan di Eropa yang digelar Lembaga Amil Zakat (LAZ) Dompet Dhuafa.
Kepala Lembaga Pelayanan Masyarakat Dompet Dhuafa, Rifky, mengatakan talk show ini digelar untuk berbagi pengalaman Muslim ekspatriat menjalani puasa di negara asalnya dengan di Indonesia.
" Talk show ini sangat menarik melihat terdapatnya perbedaan budaya yang dijalani para ekspatriat saat berpuasa di sini dan di negara asalnya," ujar Rifky melalui keterangan tertulis diterima Dream.
Bagi Sadiq Kemay Ataz, Ramadan tahun ini adalah kali pertama dia berpuasa di Indonesia. Dia merasa begitu nikmat berpuasa karena waktu yang relatif singkat selama 13 jam dibandingkan di negara asalnya, 17 jam.
" Di Turki saat berbuka hanya dengan memakan kurma namun saat di Indonesia saya berbuka bukan hanya dengan kurma tapi juga dengan manisan, gorengan," kata Sadiq.
Selain itu, usai berbuka dengan kurma biasanya dilanjut dengan makan besar. Momen buka puasa juga selalu dinikmati bersama keluarga.
Sadiq juga bercerita di Turki terdapat kebiasaan anak-anak menyaksikan pertunjukan teater dan konser musik usai sholat Tarawih. Sebelum Ramadan, masyarakat Turki punya kebiasaan belanja bahan makanan dan menyiapkan rumah untuk berbuka bersama dengan keluarga besar.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya