AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Menteri Agama Datangi Kantor Kemenag Usai Disegel KPK. �©2019 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho
Dream - Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin disebut telah melaporkan uang Rp10 juta dari mantan Kakanwil Kemenag Jawa Timur, Haris Hasanuddin ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Lukman melapor pada 26 Maret 2019 atau 11 hari berselang usai operasi tangkap tangan (OTT) Haris oleh KPK di Surabaya.
Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Setjen Kemenag, Mastuki mengatakan, uang itu memang baru disampaikan ke Lukman setelah OTT KPK.
Menurut Mastuki, Haris menitipkan uang itu kepada ajudan saat mendampingi Menag kunjungan kerja ke Tebuireng, Jombang, 9 Maret 2019. Oleh penerima, uang tersebut baru sempat disampaikan ke Menag setelah terjadinya OTT KPK di Surabaya.
" Jadi sejak awal Menag memang tidak tahu ada uang itu. Saat dilaporkan, Menag menolak menerima karena tidak disertai tanda terima pemberian uang itu, apakah sebagai honor narasumber atau apa," kata Mastuki di Jakarta, Kamis, 9 Mei 2019.
" Menag tidak mau menerima dan meminta agar itu dilaporkan ke KPK. Makanya baru dilaporkan pada 26 Maret 2019," ujar dia.
Menurut Mastuki, pelaporan gratifikasi oleh Menag ke KPK bukanlah kali pertama. Sejak menjadi penyelenggara negara, Lukman tercatat beberapa kali melaporkan gratifikasi.
Bahkan, pada rangkaian peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2017 yang berlangsung 11 hingga 12 Desember 2017, Lukman menjadi pelapor gratifikasi dengan nilai terbesar yang ditetapkan menjadi milik negara.
" Hanya ada tiga orang yang mendapat penghargaan ini, yaitu, presiden, wapres, dan Menag Lukman Hakim Saifuddin," ucap dia. (ism)
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli