Anak-Anak Suharto Digugat Perusahaan Singapura

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 8 April 2021 14:00
Anak-Anak Suharto Digugat Perusahaan Singapura
Penggugat juga memohon majelis hakim menghukum para tergugat membayar Rp85 miliar dan ganti rugi Rp500 miliar.

Dream - Perusahaan asal Singapura, Mitora Pte. Ktd. menggugat lima anak Presiden ke dua Indonesia, Soeharto. Gugatan tersebut mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan Nomor Registrasi Perkara 244/Pdt.G/2021/PN JKT.SEL.

Berdasarkan data pada Sistem Informasi Penelusuran Perkara PN Jakarta Selatan, kelima anak Soeharto tersebut yaitu Siti Hardianti Hastuti Rukmana, Bambang Trihatmojo, Siti Hediati Hariyadi, Sigit Hardjojudanto, dan Siti Hutami Endang Adiningsih. Selain itu, Yayasan Purna Bhakti Pertiwi menjadi tergugat pertama.

Gugatan ini didaftarkan dengan klasifikasi perkara Perbuatan Melawan Hukum. Tetapi, belum diketahui bagaimana duduk perkara yang menjadi dasar gugatan ini dilayangkan.

Pada bagian petitum, penggugat mengajukan permohonan agar majelis hakim menyatakan para tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum. Juga menyatakan sah penyitaan sebidang tanah dan bangunan beserta isinya.

" Sebidang Tanah seluas +/- 20 Ha (lebih kurang dua puluh hektar) dan Bangunan yang berdiri di atasnya beserta dengan seluruh isinya yang ada dan melekat serta menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan yakni Museum Purna Bhakti Pertiwi dan Puri Jati Ayu, yang beralamat di Jl. Taman Mini No.1, Jakarta Timur," demikian bunyi petitum penggugat.

1 dari 1 halaman

Minta Tanah di Menteng Disita

Penggugat juga mengajukan permohonan sita untuk tanah dan bangunan di Menteng, Jakarta Pusat.

" Sebidang Tanah berikut dengan Bangunan yang berdiri diatasnya beserta dengan seluruh isinya yang ada dan melekat serta menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan yang terletak di Jl. Yusuf Adiwinata No. 14, Menteng, Jakarta Pusat," demikian petitum tersebut.

Tak hanya itu, penggugat juga meminta majelis hakim menghukum para tergugat secara tanggung renteng membayar kewajiban sebesar Rp84 miliar. Serta kerugian material sebesar Rp500 miliar.

Beri Komentar