Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kapal Andrey Dolgov Punya Sejumlah Nama (Foto: KKP)
Dream - Penjarahan ikan di perairan Indonesia telah menjadi persoalan besar. Kapal-kapal penjarah dari penjuru dunia memburu ikan dan hasil keanekaragaman hayati Indonesia.
Salah satu pemain besar dalam penjarahan hasil laut itu yaitu Andrey Dolgov. Kapal ini dikenal juga sebagai STS-50 dan telah diamankan pada 6 April 2018.
Tetapi, kisah ini kembali menjadi perhatian publik. Menurut laman BBC, penangkapan kapal Andrey Dolgov merupakan kerja sama antara polisi, otoritas maritim, detektif, dan pelacakan satelit.
" Selama 72 jam terakhir orang-orang mengawasi," kata Alistair McDonnell, bagian dari tim Interpol, yang ikut dalam operasi itu.
Pengintaian itu berbuah hasil. Dalam operasi penangkapan, kapal Simeulue 2 milik TNI AL harus melaju dan mengejar kapal pencuri ikan itu.
Tim TNI AL menemukan kapten dan lima perwira kapal asal Rusia dan Ukraina. Sementara itu anak buah kapal terdiri dari 20 warga Indonesia yang tak tahu menahu bahwa kapal tersebut telah menangkap ikan.
Kapal Andrey Dolgov disebut memiliki jaring besar yang dapat merentang seanjang 29 kilometer. Dalam satu perjalanan, menurut Alistair, kapal ini dapat mengangkut ikan senilai US$6 juta, atau setara Rp84,2 miliar.
Ikan hasil tangkapan mereka dijual di pasar gelap dan dicampur dengan ikan tangkapan legal untuk dijual.
Selama 10 tahun beroperasi, kapal Andrey Dolgov diperkirakan telah menjarah ikan sebesar US$50 juta, setara Rp702 miliar dari lautan.
Menurut Liputan6.com, kapal Andrey Dolgov sebetulnya pernah beberapa kali ditangkap oleh otoritas sejumlah negara.
" Kapal ini sebelumnya pada Oktober 2017 pernah ditangkap di China, kemudian Februari 2018 di Mozambik," kata Panglima Komando Armada Barat Kawasan Barat (Pangarmabar), Laksamana Muda TNI Yudo Margono.
Jejak kapal Andrey Dolgov sejatinya bukan sebagai kapal pencuri ikan. Dirakit pada 1985, kapal 54 meter itu awalnya didesain untuk menangkap tuna.
Kepemilikan kapal ini berpindah-pindah. Hingga pada 2008 kapal ini terindintifikasi dimiliki Boo-In Park dan STD Fisheries Corporation.
Saat diamankan di lautan Indonesia, kapal ini menggunakan bendera Kamboja. Tapi, terdaftar oleh perusahaan di Belize.
Setelah penangkapan kapal Andrey Dolgov, Interpol berkoordinasi dengan lembaga penegak hukum di sejumlah negara untuk melacak organisasi yang terlibat dengan kapal itu.
Sebab, diperkirakan, banyak organisasi kejahatan yang memalsukan dokumen pelayaran Andrey Dolgov untuk membantu penyelundupan tangkapan ikan ilegal dan uang hasil penjualannya.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, mengimbau agar masyarakat mewaspadai modus baru pencurian ikan terorganisir yang banyak memanfaatkan kapal lokal yang terafiliasi perusahaan-perusahaan pemilik kapal berbendera asing.
" Sekarang modusnya berganti, bukan lagi kapal asing nangkap (ikan di Indonesia) tapi kapal Indonesia terafiliasi dengan kapal asing yang melakukan penangkapan (ikan) di Indonesia dan melakukan transhipment (bongkar muat ikan di tengah laut)," kata Susi dalam keterangan resmi di laman KKP.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya