Pangeran Saudi Serukan Kudeta Raja Salman

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 24 Mei 2018 08:01
Pangeran Saudi Serukan Kudeta Raja Salman
Anggota jauh keluarga kerajaan itu mengklaim anggota kerajaan tak setuju dengan kepemimpinan Raja Salman.

Dream - Pangeran Arab Saudi, Pangeran Khaled bin Khalid yang tak setuju dengan kebijakan putra mahkota Pangeran Mohammed bin Salman, berencana menggulingkan Raja Salman bin Abdulazis. Upaya Khaled ditandai dengan seruan kepada Pangeran Ahmed bin Abdulazis dan Pangeran Muqrin bin Abdulazis.

Khaled ingin menggusur tahta Raja Salman karena resah dengan kerusakan yang terjadi dalam Kerajaan. Dia juga tak terima dengan aturan Raja Salman yang disebutnya `tidak rasional, tidak menentu, dan bodoh.`

Dalam wawancara dengan Middle East Eye, Khaled, yang mendapat suaka politik di Jerman pada 2013, mengatakan, jika Ahmed dan Muqrin berupaya menggalang kesatuan kemungkinan ada " 99 persen anggota keluarga kerajaan, dinas keamanan, dan tentara yang akan berdiri di belakang mereka" .

Khaled merupakan anggota jauh keluarga Kerajaan Arab Saudi. Tapi, Riyadh, sensitif terhadap setiap anggota keluarga kerajaan yang melanggar aturan sehingga ingin memancingnya kembali.

Menurut Khaled salah seorang anggota tertua Kerajaan Saudi, Mamduh bin Abdulazis, menunjukkan kebencian terhadap kepemimpinan Raja Salman.

" Ada begitu banyak kemarahan dalam keluarga kerajaan," ujar Khaled.

" Saya mengambil informasi dan memohon kepada paman saya, Ahmed, dan Muqrin, yang merupakan putra-putra Abdulazis dan berpendidikan tinggi, cakap, dan mampu mengubah hal-hal lebih baik. Saya akan mendukung mereka," kata dia menambahkan.

Ahmed bin Abdulazis merupakan mantan Menteri Dalam Negeri Arab Saudi mendapat dukungan penting dari pasukan keamanan dan suku-suku Arab Saudi. Sementara itu, Muqrin bin Abdulazis awalnya ditunjuk sebagai putra mahkota. Tetapi, seiring perkembangan zaman digantikan oleh Muhammad bin Nayef pada April 2015.

Posisi Muhammad bin Nayef akhirnya juga digantikan Mohammed bin Salman, pada Juni 2017.

(Sah)

Beri Komentar