Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Bandar Narkoba (Merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Dream - Peristiwa tidak terduga dialami oleh seroang perwira polisi bernama Ipda Rahmad. Ia dikeroyok oleh beberapa anak buah bandar narkoba ketika sedang menyamar untuk membeli barang haram itu di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.
" Iya benar, ada anggota kita yang sengaja kita perintahkan untuk melakukan penyamaran dikeroyok sejumlah pengedar sabu. Saat itu, anggota kita bertugas pura-pura jadi pembeli," ujar Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Laode dikutip dari laman Merdeka.com, Sabtu, 12 Januari 2019.
Laode menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Selasa, 8 Januari 2019. Rahmad kala itu menyamar hendak bertransaksi narkoba dari bandar bernama Debison alias Debai.
Pada Selasa malam sekitar pukul 22.30 WIB, Debai menyuruh anak buahnya untuk menemui Rahmad. Ketika bertemu anak buah Debai, Rahmad seorang diri tapi dengan pantauan polisi lain dari jarak jauh.
Setelah bertemu, transaksi kemudian dilakukan dan Rahmad langsung menangkap salah satu anak buah Debai, Sabri alias Cabi. Tapi, ketika itu ada anak buah Debai yang lain melakukan pengeroyokan kepada Rahmad.
Polisi lainnya kemudian bergerak. Para pelaku langsung melarikan diri. Polisi hanya berhasil menangkap satu pengedar yakni Cabi. Saat dites urine, Cabi juga positif telah mengonsumsi narkoba.
" Anggota kita transaksi dengan Sabri alias Cabi kaki tangannya Debai serta anak buahnya yang lain. Nah, saat transaksi itu anggota kita menangkap mereka, tapi jumlah mereka ternyata banyak dan mengeroyok," ucap dia.
Akibat pengeroyokan itu, Rahmad harus mendapat perawatan di rumah sakit. Beruntung, ia tidak mendapat luka serius dan kini sudah diizinkan untuk pulang.
(Sumber: Merdeka.com/Abdullah Sani)
Dream - Seorang anggota Satlantas Polsek Pondok Gede, Bekasi, Bripka Karlos Infantri dikeroyok oleh sejumlah orang tidak kenal. Peristiwa itu terjadi pada Selasa, 6 Juni 2017 di Jalan Raya Jatimakmur, Pondok Gede, Bekasi.
" Kejadiannya itu sekitar pukul 13.00 WIB, terjadi pengeroyokan terhadap anggota Polri yang dilakukan oleh sepuluh orang tidak dikenal," kata Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing, Rabu, 7 Juni 2017.
Kronologi peristiwa itu bermula ketika korban sedang mengendarai sepeda motor. Di lokasi kejadian, ia diberhentikan dengan alasan motornya bermasalah.
" Korban saat itu mengaku motornya tidak ada masalah dan sudah mengaku anggota Polri," ucap dia.
Meski begitu, para pelaku kukuh mengatakan motor Karlos bermasalah. Sesaat kemudian, mereka langsung mengeroyok Karlos.
Saat kejadian, ada beberapa saksi yang mencoba melerai. Kemudian para pelaku melarikan diri dengan meninggalkan dua sepeda motor milik mereka.
" Diduga pelaku adalah kelompok debt collector pesaing yang hendak menarik sepeda motor," ujar dia. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya