Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Petani Anggur Di Jepang (Youtube.com)
Dream - Anda pasti tak percaya jika seikat anggur di Jepang telah terjual US$ 8,200 atau sekitar Rp 110 juta. Anggur jenis Ruby Roman tersebut jika dijual per butirnya menjadi US$ 315 atau sekitar Rp 4,2 juta.
Ini adalah rekor penjualan 26 butir anggur 'Ruby Roman' tertinggi dalam sebuah lelang pertama tahun ini di Kanazawa, 300 kilometer barat laut dari Tokyo.
Penjualan tersebut mengalahkan rekor sebelumnya yang mencapai 550.000 Yen atau setara Rp 59 juta lebih per ikat tahun lalu.
Seikat anggur dengan total berat sebesar 0,5 kilogram atau 20 gram tiap butirnya tersebut dibeli oleh seorang koki bernama Masayuki Hirai dari Hotel Nikko Kanazawa, Jepang.
Bukan kali ini saja buah-buahan yang terlihat biasa-biasa saja bisa terjual dengan harga fantastis di Jepang.
Awal tahun ini, sepasang melon Yubari dari Hokkaido, Jepang utara terjual 1,5 juta Yen atau setara Rp 162 juta.
Sementara itu, sebuah department store Jepang telah menjual dua butir mangga asli Jepang Selatan seharga 300.000 Yen.
Konsumen Jepang sering memberikan buah berkualitas sebagai hadiah atau menaikkan gengsi sehingga menciptakan pasar buah yang menggiurkan bagi petani buah di sana.
Bahkan kesemek seukuran kepala bayi pun pernah memecahkan rekor setelah terjual lebih dari 2.000 Yen.
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi