Anies Baswedan Bagikan Kisah Pencari Rumah di Ibu Kota

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 3 September 2019 19:01
Anies Baswedan Bagikan Kisah Pencari Rumah di Ibu Kota
Kisah ini dibagikan Anies Baswedan saat meresmikan rumah DP 0 rupiah

Dream - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan membagikan kisah seorang warga yang mencari rumah bernama Tommi. Pengemudi bus itu mengaku telah delapan tahun mengontrak sepetak rumah bersama istri dan anak-anaknya.

Setiap bulan, cerita Anies, Tommi membayar kontrakan sebesar Rp1 juta per bulan.

" Kini, dia punya hunian sendiri dengan mengangsur Rp1,3 juta per bulan," kata Anies, diunggahnya, Selasa, 3 September 2019.

Selain sosok Tommi, Anies juga menceritakan pasangan tuna netra yang tak punya rumah. Pasangan itu tak pernah membayangkan bisa mempunyai rumah sendiri.

Kisah-kisah yang diceritakan Anies tersebut merupakan bagian dari peresmian rusun susun milik (rusunami) DP 0 Rupiah di Kelapa Village, Jakarta Timur.

" Mereka sebenarnya mampu untuk nyicil bulanan, tapi tak punya tabungan untuk bayar uang muka (DP). Program DP 0 Rupiah jadi solusi untuk mereka," kata Anies.

1 dari 5 halaman

Siapkan Regulasi

Dilaporkan Liputan6.com, Anies berharap ada regulasi untuk memastikan bahwa rumah susun bisa diperoleh masyarakat tak mampu. Cara itu agar tidak bisa disalahgunakan untuk disewakan atau dijual kembali pemiliknya.

"Jadi ada mekanisme untuk menahan (penyimpangan itu)" ucap dia.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta, Kelik Indriyanto mengatakan, rusunami DP 0 tidak untuk investasi. Dia menyebut, awal dibangunnya rusunami agar warga biasa bisa punya rumah.

"Untuk mekanisme kembali dijual pun tidak mudah, nanti akan harus melewati BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) kita, tidak bisa langsung ke tangan orang lain lagi. Itu mungkin untuk mencegah adanya penggunaan rumah ini untuk investasi," kata Kelik.

      View this post on Instagram

Sebuah peresmian yang mengharukan. Masuk ke ruang serah terima itu, air terlihat mengembang di begitu banyak mata. Hampir semua mata jadi berkaca menyaksikan deretan pasangan suami-istri di meja akad kredit dan di meja serah terima kunci rumah. â�£ â�£ Anak-anaknya mengitari kursi ayah-ibunya. Ikut melihat. Ikut datang juga kakek-nenek, saudara-saudaranya. Mereka semua mengantar, ingin ikut lihat, ikut bahagia: akhirnya punya rumah. â�£ â�£ Mimpi itu jadi kenyataan. Tidak numpang lagi, tidak ngontrak lagi. Kini punya hunian sendiri. Untuk pertama kali dalam hidupnya mereka bisa berstatus: pemilik rumah. â�£ â�£ Tommi namanya, seorang pengemudi bus. Dia sudah 8 tahun mengontrak sepetak rumah bersama istri dan anak-anaknya. Tiap bulan ia bayar kontrak Rp 1 juta, kini ia punya hunian sendiri cukup dengan mengangsur Rp 1,3 juta per bulan. Ada pasangan tuna netra, tak pernah membayangkan bisa punya rumah sendiri. Tak cukup tempat utk semua diceritakan. Berderet kisah seperti itu. Mereka sebenarnya mampu untuk nyicil bulanan, tapi tak punya tabungan untuk bayar uang muka (DP). Program DP 0 Rupiah jadi solusi untuk mereka. â�£ â�£ Pagi itu suasanya beda dengan peresmian program lainnya. Kali ini tatap mata, jabat erat dan pelukan hangat mengalir tanpa henti. Seorang nenek menyerobot kerumunan hanya untuk berjabat erat dan bilang dengan terbata-bata, mengalir butiran air dari matanya, “Pak, alhamdulillah, anak saya sekarang punya rumah. Alhamdulillah Pak, Alhamdulillah Pak.” â�£ â�£ Itulah kebahagian, itulah syukurnya seorang Ibu menyaksikan anaknya insyaAllah bisa hidup lebih baik.â�£ â�£ Ya, Pagi itu jadi sebuah kebahagian sendiri. Tiada henti bersyukur pada Allah, Sang Maha Mengatur, sebuah rencana telah jadi kenyataan. Kami bahagia, bukan sekadar karena terlaksananya sebuah program, tapi bahagia dan haru menyaksikan hidup keluarga-keluarga itu berubah: kini jadi pemilik rumah.â�£ â�£ Program #DP0 Rupiah telah jadi kenyataan. Solusi Rumah Warga disingkat Samawa telah terlaksana. Di rumah barunya, di Menara Samawa ini, insyaAllah, keluarga-keluarga akan tumbuh menjadi keluarga bahagia, amin .... #ABW

A post shared by Anies Baswedan (@aniesbaswedan) on

2 dari 5 halaman

Ibu Kota Pindah, Anies Bakal Manfaatkan Gedung Pemerintah Pusat

Dream – Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, optimistis pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur takkan menghambat pertumbuhan ekonomi Jakarta. Malah, dia menyebut kota ini akan menjadi pusat bisnis global.

“ Meskipun Jakarta menjadi atau tidaknya sebagai ibu kota, perekonomian di Jakarta akan tetap maju dan menjadi pusat bisnis global,” kata Anies di Jakarta, Jumat 30 Agustus 2019.

Dia akan menunggu arahan dari pemerintah pusat, terutama untuk area perkantoran instansi pusat. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini yakin, area itu akan disulap menjadi tempat yang bermanfaat untuk perekonomian.

“ Tapi saya percaya, bahwa lahan-lahan yang semula digunakan perkantoran itu akan menjadi tempat kegiatan yang berdampak juga bagi perekonomian dan lingkungan nantinya,” kata Anies di Jakarta.

Dia menyebut bisa saja area perkantoran diubah menjadi ruang terbuka hijau (RTH) untuk Jakarta.

“ Ini saya juga mengusulkan sebagian bisa menjadi taman kota. Sehingga satu adalah efek lingkungan hidupnya baik, yang kedua yang untuk komersial itu akan menggerakkan perekonomian,” kata dia.


(ism, Laporan: Vika Novianti Umar)

3 dari 5 halaman

Ibu Kota Pindah, Anies Dorong Jakarta Simpul Ekonomi Global

Dream – Ibu kota negara resmi pindah ke Kalimatan Timur, yaitu di Kabupaten Paser Penajam dan Kutai Kartanegara. Pemerintah provinsi Jakarta juga tak cemas dengan nasib daerah ini setelah “ kehilangan” status ibu kota.

" Apapun keputusan mengenai ibu kota, kami dorong Jakarta menjadi simpul perekonomian global. Jakarta akan tetap jadi pusat perekonomian tidak ada pergeseran,” kata Gubernur  DKI Jakarta, Anies Baswedan, saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Senin 27 Agustus 2019.

Walaupun dipindah, Anies memastikan pembangunan di Jakarta terus berlanjut. Dia akan mendorong Jakarta menjadi simpul perekonomian global.

Anies mengatakan rencana pembangunan yang disebut urban regeneration ini merupakan pembangunan Jakarta dari sisi transportasi, pemerataan air bersih sampai kondisi sosial, ekonomi, dan budaya. Rencananya, pembangunan ini akan ditargetkan selesai pada 2030.

" Jadi, ibu kota, pusat pemerintahan, memang direncanakan berada di Kalimantan Timur. Tetapi kegiatan pembangunan di Jakarta tidak otomatis berhenti. kami terus berupaya untuk meningkatkan fasilitas umum,” kata dia.

(Laporan: Vika Novianti Umar)

4 dari 5 halaman

Sah! Ibu Kota Baru Indonesia di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara Kaltim

Dream – Ibukota Indonesia dipastikan akan diboyong dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Presiden Joko Widodo menyatakan dua lokasi di Kalimantan Timur yaitu Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, akan menjadi ibu kota baru Indonesia. 

“ Bahwa lokasi ibukota yang paling ideal adalah di sebagian kabupaten Penajam Paser utara dan kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur,” kata Jokowi dalam keterangan pers di Jakarta, Senin, 26 Agustus 2019.

Jokowi mengatakan ada lima alasan dua kabupaten tersebut dikarenakan daerah tersebut relatif minim terjadi musibah bencana alam. 

Alasan lainnya adalah letak provinsi Kaltim berada di tengah-tengah Indonesia. Dua kabupaten itu juga berada di wilayah perkotaan yang sudah berkembang seperti Balikpapan. 

Infrastruktur yang berada di sekitar lokasi caloni ibukota baru juga relatif lengkap. Dan terakhir, pemerintah telah memiliki lahan seluasa 180 ribu hektare (Ha).

Sekadar informasi, sinyal ibukota negara pindah ke Kalimantan memang sudah muncul sejak Pidato Kenegaraan 16 Agustus 2019 lalu. Malah, Jokowi sempat meminta izin kepada DPR saat sidang tahunan untuk memindahkan ibukota dari Jakarta ke Kalimantan.

“ Saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang saya banggakan, pada kesempatan yang bersejarah ini. Dengan memohon ridho Allah SWT, dengan meminta izin dan dukungan dari Bapak Ibu Anggota Dewan yang terhormat, para sesepuh dan tokoh bangsa terutama dari seluruh rakyat Indonesia, dengan ini saya mohon izin untuk memindahkan ibu kota negara kita ke Pulau Kalimantan,” kata dia di Jakarta, Jumat 16 Agustus 2019.

Adapun desain ibukota anyar pun beredar. Nantinya ibu kota ini ramah lingkungan dan menjadi smart city. Di sana, akan juga dibangun transportasi publik seperti MRT.

Beredar juga daerah-daerah yang digadang-gadang sebagai calon kuat ibu kota pengganti Jakarta. Misalnya, Bukit Soeharto dan Samboja. Kemunculan nama Samboja ini berasal dari usulan Pemprov Kalimantan Timur saat melakukan audiensi ke pemerintah pusat. Selain Samboja, daerah lain yang diusulkan adalah Sotek, di Penajam Paser Utara. Kedua kawasan itu, memiliki areal yang cukup luas.

“ Pilihan wilayah tersebut juga menegaskan Indonesia sebagai negara maritim,” kata pejabat Bappeda Kalimantan Timur, Yusliando, dikutip dari setkab.go.id.

5 dari 5 halaman

Ibu Kota Baru Indonesia di Kalimantan Timur

Dream – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan Djalil, telah mengkaji beberapa wilayah untuk menjadi ibu kota baru. Salah satu provinsi yang hampir pasti menjadi lokasi baru ibu kota Indonesia Kalimantan Timur.

“ Kalimantan timur, tapi lokasi spesifiknya yang belum,” kata Sofyan di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com, Kamis 22 Agustus 2019.

Menurut Sofan pemerintah memerlukan lahan sekitar 3 ribu hektare untuk pembangunan tahap pertama. Total lahan yang dibutuhkan untuk menamping ibu kota baru itu mencapai sekitar 200 ribu—300 ribu hektare (Ha).

“ Untuk core pertama, itu sekitar 3 ribu hektare. Setelah itu, luasannya 200 ribu—300 ribu hektare sehingga bisa dibuat kota taman, kota yang indah, banyak tamannya. Orang bisa hidup sehat, udaranya sehat. Kami mengharapkan kota ini berkembang menjadi kota yang menarik,” kata Sofyan.

Dia mengatakan, begitu lokasi ibu kota ditetapkan, pemerintah akan segera mengunci lahan untuk menghindari spekulan tanah.

Rencananya, gedung-gedung yang pertama kali dibangun di ibu kota baru itu adalah kantor presiden, kantor menteri dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

" Begitu diputuskan lokasinya (ibu kota baru) di mana, (langsung) kita kunci. Tentu yang pertama dibangun kantor presiden, kantor menteri, DPR juga beberapa lainnya," kata dia.(Sah)

Beri Komentar
Suasana Cair Roger Danuarta dan Ayah Cut Meyriska di Meja Makan