Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Alex (DailyStar)
Dream - Pawang ular merupakan salah satu profesi yang berisiko. Sebab, mereka harus menaklukkan berbagai jenis ular, termasuk yang paling berbisa seperti kobra.
Biasanya, para pawang ular punya keahlian khusus. Sehingga mereka bisa menangkap ular berbisa tanpa rasa takut, seolah bsia berbicara dengan sang ular dan bisa tahu kemauan si melata.
Namun namanya binatang tetap saja punya insting untuk menyerang. Sehingga, jika tidak berhati-hati, meski punya keahlian dan terbiasa berhadapan dengan ular berbisa, bisa jadi pekerjaan itu berubah petaka.
Seperti dialami oleh Alex. Pawang ular asal India itu beberapa waktu lalu mendapat panggilan untuk mengevakuasi dua ekor ular di dekat sebuah desa di Shivamogga, Karnataka.
Bersama rekannya, Roni, Alex menangkap ular-ular itu dan berusaha melepaskannya ke hutan terdekat. Namun setelah berhasil menangkap ular, Alex melakukan 'atraksi' berbahaya.
Bukannya segera membuang ular ke hutan, Alex justru mencium bagian belakang kepala ular yang sudah mengembang. Ular itu terlihat merasa terancam.
Meski demikian, entah apa alasannya, Alex nekat mencium bagian belakang kepala ular itu. Sehingga, dengan hanya sekejap, ular yang semula membelakangi Alex berbalik.
Nahas bagi Alex, ular itu menyerangnya. Binatang liar itu menggigit bibir Alex.
Setelah insiden itu, Alex segera dibawa ke rumah sakit distrik Shivamogga untuk perawatan. Beruntung nyawa Alex bisa diselamatkan dan diperbolehkan pulang. Sepasang ular itu akhirnya dilepaskan ke alam liar.
Rekaman video insiden itu menjadi viral di media sosial dengan beberapa spekulasi apa yang akan terjadi jika kejadian itu menimpa penduduk setempat.
Seorang pengguna di Twitter menulis: " Tidak ada orang yang pernah meninggal karena gigitan ular di sebuah desa dekat Varanasi di mana kobra bergerak seperti anjing liar."
" Bahkan anak-anak tidak terlalu memperhatikan kobra yang merayap melewati mereka."
" Dalam kasus gigitan yang jarang terjadi, penduduk desa menolak antibisa - satu lagi misteri India."
Tidak diketahui secara pasti jenis ular apa yang menggigit Alex, meskipun terlihat mirip kobra. Namun karena Alex bisa selamat, banyak warganet yang menduga ular itu dari jenis yang tidak berbahaya.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia: “ Antara 81.000 dan 138.000 kematian terjadi setiap tahun [dari gigitan ular]. Racun gigitan ular menyebabkan sebanyak 400.000 orang harus diamputasi dan cacat permanen lainnya.
“ Banyak gigitan ular tidak dilaporkan, seringkali karena korban mencari pengobatan dari sumber non-medis atau tidak memiliki akses ke perawatan kesehatan.
“ Akibatnya diyakini bahwa banyak kasus gigitan ular tidak dilaporkan.” (DailyStar)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya