Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Arab Saudi Makin Ramah LGBT, Izinkan Turis 'Kaum Pelangi' Berkunjung (Shutterstock)
Dream - Laporan media Al Monitor menyebutkan Arab Saudi terus berupaya menarik turis mancanegara demi menggenjot sektor pariwisata. Salah satu upaya itu adalah dengan mengizinkan kaum LGBTQ berkunjung.
Padahal, kaum LGBT dianggap menyimpang dari budaya dan nilai sosial Arab Saudi yang merupakan negara Islam.
Dilansir dari laporannya yang dimuat 1 Mei 2023, Al-Monitor.com yang menyebutkan identitasnya sebagai sumber media terpercaya dan pemenang berita dan analis independen di Timur Tengah yang didirikan tahun 2012 memberitakan Otoritas Pariwisata Saudi (STA) yang telah memperbarui bagian Tanya Jawab (Q&A) dalam situs resminya visitsaudi.com terkait siapa saja yang boleh mengunjungi negara kerajaan itu.
Pihak STA mengatakan kini siapa saja akan diterima saat berkunjung ke Saudi, termasuk kaum LGBTQ.
“ Apakah pengunjung LGBT boleh mengunjungi Arab Saudi?”
“ Kami tidak pernah meminta siapa pun untuk mengungkapkan detail pribadi mereka. Setiap orang dipersilakan untuk mengunjungi negara kami," tulis STA dalam situs resminya.

Tidak diketahui secara pasti kapan situs itu diperbarui. Namun, seorang juru bicara STA mengatakan kebijakan itu sebelumnya telah diterapkan. Situs STA versi 14 Maret 2023 dan sebelumnya memang tidak memiliki bagian Q&A seperti itu.
LGBT di Arab Saudi
Sulit untuk menentukan seberapa besar represi yang dihadapi komunitas LGBTQ di Arab Saudi, menurut Human Dignity Trust yang berbasis di London.
“ Stigma masyarakat dan tidak adanya organisasi LGBT membatasi pelaporan diskriminasi,” kata organisasi tersebut.
Pada tahun yang sama, Arab Saudi mengumumkan wanita tidak lagi diharuskan mengenakan abaya, pakaian panjang yang menutupi tubuh dari ujung kepala hingga ujung kaki.
Pada tahun 2021, Pure Beach dibuka di Jeddah, tepatnya di Laut Merah, menjadi pantai pertama di Arab Saudi di mana wanita bisa mengenakan bikini.
Beberapa pembatasan yang dulunya bersifat tradisional tetap kini mulai berlaku di Arab Saudi, seperti larangan alkohol.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari