Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Tenggelam Di Laut (Foto: Shutterstock)
Dream - Kepala Kepolisian Resor Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Ajun Komisaris Besar Polisi Wachyu Tri Budi Sulistiyono melaporkan tujuh wisatawan lokal menjadi korban arus gelombang Pantai Gua Cemara. Korban yang terseret ombat merupakan rombongan wisatawan dari dua keluarga berbeda.
" (Rombongan) dua keluarga, sengaja piknik ke sini (Pantai Gua Cemara), jadi jumlah total tujuh orang ini dari dua keluarga, yang masih dicari lima orang," katanya seperti dilansir dari Merdeka.com, Jumat 7 Juli 2020.
Menurut laporan, tujuh wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Pantai Gua Cemara Bantul pada Kamis 6 Agustus sekitar pukul 09.30 WIB dilaporkan terseret gelombang pantai. Dua orang diantaranya telah ditemukan dan meninggal di Puskesmas, sementara lima orang belum ditemukan.
Wachyu mengungkapkan, dua keluarga itu sebelumnya berkunjung ke Pantai Gua Cemara bersama rombongan lain dengan total sebanyak 18 orang. Tetapi yang bermain bola di sekitar pantai ada tujuh orang terdiri empat anak dan tiga orang dewasa sebelum kemudian terseret ombak.
Berdasarkan keterangan yang didapat dari personel SAR pantai saat kejadian kecelakaan laut itu, kata Kapolres, baru terdapat petugas kebersihan di sekitar pantai, sementara personel SAR belum bersiaga karena masih persiapan di Posko SAR.
" Saya ambil keterangan secara singkat dari petugas yang ada di sini, katanya petugas pagi itu belum ada, hanya petugas kebersihan di pantai melihat ada yang tergulung ombak terus disampaikan ke Tim SAR untuk datang ke lokasi sekitar jam 09.30 WIB," ujarnya.
Meski demikian, dia menerangkan, setelah mendapat laporan adanya rombongan wisatawan terseret arus, Tim SAR dari berbagai unsur di Bantul dan DIY, termasuk dari kepolisian menerjunkan personel guna membantu proses pencarian terhadap lima korban yang belum ditemukan.
" Personel yang diterjunkan sudah cukup banyak antara 50 sampai 75 orang ada," tutupnya.
Tujuh wisatawan yang terseret ombak itu, dua orang yang telah ditemukan meninggal adalah Ulli Nur Rokhmi (Isteri Joko Widodo) berusia 28 tahun warga Cemoro, Tempel, Kabupaten Sleman DIY, dan Ahmad Nur Fauzi berusia 30 tahun warga Ngentak, Tempel, Sleman, DIY.
Sedangkan lima korban dalam pencarian adalah Joko Widodo (30) dan tiga orang putranya yaitu Muhammad Zafir Zakir Alfarizi (8), Muhammad Rizky Romadhon (7) dan Ahmad Chairul Fatah (4), kemudian Muhammad Zidan Abdori (8) putra Ahmad Nur Fauzi yang sudah ditemukan meninggal.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya