Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Kutu (Sumber: Shutterstock)
Dream - Belum usai pandemi Covid-19 yang melanda nyari seluruh dunia, baru-baru ini China kembali melaporkan adnya penyakit menular yang disebabkan oleh virus.
Diduga, ditularkan melalui kutu atau yang dikenal dengan tick-borne. Penyakit ini dilaporkan telah menewaskan tujuh orang dan menginfeksi 60 lainnya di China.
Pemerintah telah memperingatkan orang-orang tentang kemungkinan penularan penyakit dari manusia ke manusia, karena para ilmuwan dan ahli medis percaya bahwa infeksi tersebut telah ditularkan dari kutu ke manusia.
Dilansir India Times, virus yang ditularkan melalui gigitan kutu ini telah diidentifikasi sebagai demam parah dengan sindrom trombositopenia, atau disingkat virus SFTS.
Menurut Global Times, Provinsi Jiangsu di Tiongkok Timur, telah melaporkan lebih dari 37 kasus pada paruh pertama tahun ini.
Sementara 23 yang lain ditemukan terjangkit penyakit ini di Provinsi Anhui, Tiongkok Timur.
SFTS bukanlah penyakit baru seperti yang pertama kali dilaporkan pada tahun 2009 di Centra China. Sejak itu negara telah mengisolasi patogen pada tahun 2011.
Patogen virus itu termasuk dalam kategori Bunyavirus, yang merupakan keluarga arthopod-borne dan virus yang dibawa hewan pengerat.
Menurut laporan harian Tiongkok, seorang wanita asal Nanjing di ibukota Jiangsu, melaporkan gejala seperti demam dan batuk. Setelah menjalani pemeriksaan medis, dokter mendapati trombositnya rendah dan leukosit dalam darahnya juga menurun.
Wang dirawat di rumah sakit selama satu bulan untuk mendapatkan perawatan kontagian virus yang tepat, setelah itu dia dipulangkan. Beberapa gejala lain dari penyakit tick-borne mungkin termasuk sakit kepala, kelelahan dan nyeri otot.
Sheng Jifang, seorang dokter dari rumah sakit afiliasi pertama di bawah Universitas Zhejiang, mengatakan kemungkinan penularan dari manusia ke manusia tidak dapat dikesampingkan. Pasien dapat menularkan virus ke orang lain melalui darah atau lendir.
Dokter memperingatkan, gigitan kutu adalah rute transmisi utama. Namun, selama kita berhati-hati dan menjaga kesehatan, tidak perlu terlalu panik dengan penularan virus tersebut.
(Sumber: India Times)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya