Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pasien Covid-19 Yang Hamil Bisa Menularkan Virus Ke Bayi Dalam Kandungan. (Foto: Freepik.com)
Dream - Sebuah studi baru-baru ini memperkuat klaim bahwa wanita hamil yang menderita penyakit Covid-19 lebih mungkin untuk menginfeksi bayi dalam kandungannya.
Para peneliti dari Italia mengatakan mereka telah meneliti 31 pasien Covid-19 yang hamil dan melahirkan antara bulan Maret dan April.
Dalam studi tersebut, mereka menemukan tanda-tanda virus pada beberapa sampel darah dari tali pusat, plasenta dan satu kasus yang ditemukan dalam ASI.
Menurut ahli Imunologi di Universitas Milan, Dr. Claudio Fenizia, penelitian mereka menunjukkan bahwa infeksi virus corona jenis SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 ini berpotensi menyebar dari ibu ke bayi sebelum lahir.
" Studi kami menunjukkan bahwa infeksi SARS-CoV-2 berpotensi menular dari ibu ke bayi. Sebenarnya, kami memerlukan banyak penelitian dengan lebih banyak kasus, tetapi kami juga perlu mempelajari apa yang terjadi jika seorang ibu terinfeksi pada awal kehamilan," jelas Dr. Fenizia.
Dr. Fenizia menambahkan masih terlalu dini untuk merekomendasikan ibu yang positif Covid-19 untuk tidak menyusui. Masalahnya, dia dan timnya tidak memiliki cukup data untuk menilai potensi risiko menyusui.
Studi ini dikatakan masih memerlukan penelitian lebih lanjut, terutama pada wanita yang terinfeksi Covid-19 pada awal kehamilan, dibandingkan dengan responden wanita dalam penelitian ini.
Selain itu, Dr. Fenizia juga menemukan adanya antibodi Covid-19 spesifik dalam tali pusar beberapa wanita hamil serta dalam ASI.
" Mengingat jumlah orang yang terinfeksi Covid-19 di seluruh dunia, maka jumlah wanita hamil yang mengalami ini juga berpotensi sangat tinggi," katanya.
Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada akhir bulan lalu bahwa ibu positif Covid-19 yang baru melahirkan sebaiknya tetap menyusui anaknya.
" Kita tahu bahwa risiko anak-anak tertular Covid-19 relatif rendah, tetapi berisiko tinggi terhadap berbagai penyakit dan kondisi lain jika pemberian ASI dihentikan," kata Sekretaris Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.
Sebagai catatan, studi baru tersebut melibatkan wanita hamil dan melahirkan di tiga rumah sakit selama puncak Covid-19 di Italia utara.
Kata Dr. Fenizia, dalam satu kasus, para peneliti menemukan bukti kuat yang menunjukkan bahwa bayi baru lahir positif Covid-19 setelah virus corona ditemukan dalam darah tali pusat dan plasenta. Dalam kasus lain, bayi yang baru lahir memiliki antibodi terhadap virus corona yang tidak melewati plasenta.
Namun Dr. Fenizia mengatakan bahwa kemungkinan infeksi virus corona terhadap janin relatif masih jarang.
" Studi kami bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan mengundang komunitas ilmiah untuk mempertimbangkan kehamilan pada wanita positif sebagai topik mendesak untuk diteliti lebih jauh," katanya.
Studi ini dirilis selama Konferensi AIDS Internasional yang digelar selama seminggu secara online.
Ini merupakan pertama kalinya dalam sejarah konferensi digelar secara online akibat dampak pandemi Covid-19.
Sumber: World of Buzz
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya