Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf Berkunjung Ke Kantor Mendikbud Nadiem Makarim (Istimewa)
Dream - Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Yahya Cholil Staquf, mengunjungi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim untuk bersilaturahim. Pertemuan berlangsung di ruangan kerja sang menteri pada Kamis, 6 Agustus 2020.
Ulama yang akrab disapa Gus Yahya menyampaikan pertemuan sebagai ikhtiar untuk mengurai kekusutan komunikasi yang pernah terjadi. Juga untuk memikirkan bersama jalannya pendidikan di tengah pandemi saat ini.
" Dalam suasana prihatin akibat pandemi dan masyarakat sangat membutuhkan jalan keluar dari berbagai kesulitan, sangat tidak elok kalau kontroversi yang tidak substansial dibiarkan berlarut-larut," ujar Gus Yahya, melalui keterangan tertulis diterima Dream.
Menurut Gus Yahya, NU tetap akan terlibat dalam Program Organisasi Penggerak (POP) yang diinisiasi Kemendikbud. Hal ini sudah diputuskan dalam rapat PBNU pada Selasa setelah adanya dua klarifikasi.
Pertama yaitu Organisasi Penggerak merupakan program laboratorial, bukan akar rumput. Melalui program ini, kata Gus Yahya, Kemendikbud hanya bermaksud membeli model inovasi yang ditawarkan sejumlah lembaga dengan terlebih dulu diukur kelayakan gagasan dan perencanaan eksekusinya.
" Pihak manapun bisa ikut tanpa harus bergantung pada ukuran organisasi atau keluasan konstituennya. Untuk menyentuh akar rumput, termasuk warga NU, Kemendikbud menyiapkan sejumlah program lain, misalnya, program afirmasi," kata Gus Yahya.
Sedangkan klarifikasi kedua terkait pelaksanaan program yang dimulai pada Januari 2021. Menurut Gus Yahya, ada waktu cukup untuk menyelesaikan program sepanjang tahun depan.
" Kami mendukung upaya Mendikbud untuk mengambil langkah-langkah kongkret sebagai jalan keluar dari kesulitan-kesulitan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan," kata Gus Yahya.
" Kami juga mendukung upaya-upaya pembaruan untuk memperbaiki kapasitas sistem pendidikan kita dalam menjawab tantangan masa depan. Tentu saja sambil tetap kritis terhadap kekurangan-kekurangan yang ada," ucap Gus Yahya melanjutkan.
Dream - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim, meminta maaf atas pelaksanaan seleksi Program Organisasi Penggerak (POP). Banyak yang menilai seleksi tersebut janggal lantaran meloloskan perusahaan yang menjalankan program CSR yang seharusnya tidak mendapatkan dana hibah dari pemerintah.
Nadiem pun berharap tiga organisasi yang selama ini menjadi mitra stategis Kemendikbud yaitu Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) untuk kembali bergabung dalam POP.
" Dengan penuh rendah hati, saya memohon maaf atas segala ketidaknyamanan yang timbul dan berharap agar ketiga organisasi besar ini bersedia terus memberikan bimbingan dalam proses pelaksanaan program, yang kami sadari betul masih jauh dari sempurna," ujar Nadiem melalui siaran pers di laman Kemdikbud.
Terkait dua organisasi CSR yang lolos dalam seleksi POP yaitu Putera Sampoerna Foundation dan Tanoto Foundation, Nadiem memastikan mereka akan menjalankan program dengan skema pendanaan mandiri. Keduanya takkan mendapatkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
" Berdasarkan masukan berbagai pihak, kami menyarankan Putera Sampoerna Foundation juga dapat menggunakan pembiayaan mandiri tanpa dana APBN dalam Program Organisasi Penggerak dan mereka menyambut baik saran tersebut. Dengan demikian, harapan kami ini akan menjawab kecemasan masyarakat mengenai potensi konflik kepentingan, dan isu kelayakan hibah yang sekarang dapat dialihkan kepada organisasi yang lebih membutuhkan," kata Nadiem.
Organisasi yang menggunakan skema pendanaan mandiri nantinya tidak berkewajiban mematuhi persyaratan pelaporan keuangan yang diperlukan untuk bantuan pemerintah. Organisasi tersebut tetap diakui sebagai Organisasi Penggerak.
Meski tidak menggunakan dana negara, Kemendikbud tetap meminta laporan pengukuran keberhasilan program dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik. Pengukuran menggunakan instrumen antara lain Asessment Kompetensi Minimum dan Survei Karakter SD dan SMP atau Instrumen Capaian Pertumbuhan dan Perkembangan Anak untuk PAUD.
" Sekali lagi, saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan perhatian besar terhadap program ini. Kami yakin penguatan gotong-royong membangun pendidikan ini dapat mempercepat reformasi pendidikan nasional yang diharapkan kita semua," kata Nadiem.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya