Motif Pelaku Bunuh Janda di Apartemen Depok

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Kamis, 6 Agustus 2020 15:43
Motif Pelaku Bunuh Janda di Apartemen Depok
Pelaku rupanya teman dekat korban.

Dream - Polisi menangkap pelaku pembunuhan janda muda berinsial AHO (36). Korban dibunuh di salah satu apartemen kawasan Margonda, Depok, Jawa Barat, Selasa malam 4 Agustus 2020.

Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Azis Andriansyah mengatakan pelaku diketahui berinisial FM (37), yang tidak lain adalah teman dekat korban.

FM ditangkap di tempat pelariannya di Bekasi. Keberadaan pelaku diketahui berdasarkan barang bukti dan identitas pelaku saat dilakukan olah TKP.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menyebut, pelaku dan korban mempunyai hubungan asmara.

Karena hal itulah, pelaku cemburu karena menduga korban menjalin hubungan asmara dengan pria lain.

“ Pelaku ini cemburu karena pacarnya (korban) itu, punya pacar yang lain. Ini baru keterangan awal,” tutur Yusri.

(Sumber: Pojoksatu.id)

1 dari 3 halaman

Terikat Tali dan Mulut Dilakban

Dream - Warga Depok dikagetkan dengan penemuan jasad wanita yang ditemukan di salah satu apartemen di kawasan Margonda, Depok, Jawa Barat, Selasa malam 4 Agustus 2020.

Polisi menduga, perempuan berinisial AHO (36) adalah korban pembunuhan.

" Awal penemuan mayat perempuan ini dari laporan pihak pengelola apartemen Residence 5 di kamar 2.119 di Jalan Margonda," kata Kasatreskrim Polrestro Depok, Kompol Wadi Sabani dikutip dari laman Pojoksatu.id, Rabu 5 Agustus 2020.

Posisi jasad mayat perempuan awal ditemukan dalam keadaan telungkup. Kedua tangan dan kedua kaki korban diikat ke belakang.

" Ada luka di kepala bagian belakang dan kening. Mulut korban dilakban. Kita duga korban dibunuh,” imbih Wadi.

Selain mengevakuasi korban, polisi juga mengamankan barang bukti lain yang diduga digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban seperti tali, martil dan lakban.

Guna penyelidikan lebih lanjut jenazah perempuan warga Beji, Kota Depok itu dibawa ke Rumah Sakit Polri untuk dilakukan autopsi.

2 dari 3 halaman

Perawat Cantik Dibunuh karena Ucapan: Walau Malaikat Datang Melamar, Saya Tolak

Dream - Adagium mulutmu harimaumu sepertinya tepat untuk menggambarkan motif pembunuhan perawat cantik Intan Mulyatin (25) di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu 5 Agustus 2020.

“ Tersangka ini sakit hati karena lamarannya ditolak orang tuanya,” tutur Kapolres Bima Kota, AKBP Haryo Tejo Wicaksono dikutip dari laman Pojoksatu.id, Kamis 6 Agustus 2020.

Intan dibunuh oleh oknum dosen perguruan tinggi swasta, AS (31). Pelaku nekat menghabisi korban karena sakit hati lamarannya ditolak. Ia juga tidak bisa menerima ucapan orangtua Intan.

“ Walaupun malaikat datang (melamar) saya akan tetap tolak,” kata AS menirukan ucapan orang tua Intan.

 

3 dari 3 halaman

Pengakuan Pelaku

Ucapan itulah yang membuat AS sakit hati betul. Apalagi, AS telah membiayai Intan saat masih kuliah di perguruan tinggi kesehatan di Makassar, Sulawesi Selatan.

Informasi lain menyebutkan Intan memiliki pacar, selain AS. Intan dikabarkan akan menikah dengan kekasihnya dua bulan lagi.

Hal itulah yang menjadi alasan orangtua Intan menolak lamaran AS. Selain itu, orangtua Intan tak terima karena pelaku dan korban masih sepupu satu kali.

Beri Komentar