Viral Video Buaya Raksasa di Bangka Diangkut Bulldozer

Reporter : Sugiono
Kamis, 6 Agustus 2020 15:30
Viral Video Buaya Raksasa di Bangka Diangkut Bulldozer
Buaya sepanjang 4,5 meter itu diduga teah berusia lebih dari 50 tahun.

Dream - Sebuah video buaya raksasa yang diangkut dengan bulldozer viral di media sosial. Dalam video itu, reptil buas tersebut diletakkan pada bagian depan bulldozer.

Panjang buaya itu bahkan melebihi bagian depan bulldozer kuning yang mengangkutnya. Namun, buaya itu terkulai, tak bergerak. Sepertinya telah mati.

Buaya yang diangkut pakai buldozer itu menjadi tontonan warga di sepanjang jalan. Sejumlah orang bahkan mengikuti bulldozer tersebut.

Video itu disebut dibuat di Desa Kayu Besi, Bangka, Bangka Belitung. Menurut informasi, buaya itu mati setelah terjebak dalam perangkap yang dipasang warga.

Buaya sepanjang 4,5 meter itu diduga teah berusia lebih dari 50 tahun.

1 dari 8 halaman

      View this post on Instagram

Konflik antara manusia dan buaya kembali terjadi di Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Kali ini seekor buaya yang panjangnya diperkirakan 4,5 meter ditemukan mati setelah dua hari dalam tangkapan masyarakat. Predator yang usianya ditaksir di atas 50 tahun tersebut diduga mati karena luka jerat dan faktor kelelahan. Kepala Resor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kepulauan Bangka Belitung Septian Garo mengatakan, penangkapan buaya tersebut terjadi di Desa Kayu Besi, Bangka, pada Senin (3/8/2020) malam. Kami dapat informasi ada buaya ditangkap warga karena telah menyerang. Kami langsung hubungi Sekdes setempat, berkoordinasi untuk evakuasi," kata Septian dalam keterangan tertulis, Rabu (5/8/2020). " Namun, menurut Sekdes, ada aturan adat atau kepercayaan setempat bahwa buaya tersebut tidak boleh dievakuasi," lanjutnya. Septian menuturkan, evakuasi tidak jadi dilakukan karena adanya kepercayaan masyarakat akan terjadi musibah bagi warga sekitar apabila buaya tersebut dievakuasi. Alhasil, buaya yang diketahui dalam kondisi tanpa gigi tersebut berada dalam tahanan masyarakat hingga akhirnya mati pada Selasa (4/8/2020) malam. Dievakuasi pakai buldoser, viral di medsos Proses evakuasi buaya air asin yang menggunakan buldoser itu mendadak viral di kanal media sosial. Dalam video yang diunggah akun Instagram infopublic.id, terlihat sebuah buldoser sedang menyusuri jalan raya mengangkut buaya berukuran raksasa. " Seekor buaya muara besar berhasil diamankan di daerah Bangka Belitung," demikian caption yang tertulis pada video berdurasi 00,19 detik tersebut. Pihak BKSDA tak menampik bahwa dalam video yang beredar tersebut terdapat buaya yang mati di daerah Kayu Besi. Ritual khusus penguburan buaya " Kasus ini adalah kali kedua setelah pada 2016 pun demikian. Kami ditolak untuk evakuasi buaya. Kepercayaan warga atau dukun setempat untuk menguburkannya langsung dengan ritual khusus," ujar Septian. Atas kejadian tersebut, pihak BKSDA mengimbau masyarakat untuk berhati-hati beraktivitas di lokasi yang terindikasi kuat adalah habitat buaya. " Karena buaya merupakan satwa liar yang dilindungi dan memiliki habitat atau rumah hidupnya sendiri

A post shared by ???????????????????????????????????? (@ndorobeii) on

2 dari 8 halaman

Buaya 350 Kg Pemangsa Warga Ditangkap, Saat Dibedah Isi Perutnya Mengejutkan

Dream - Pada hari Sabtu, 18 Juli 2020, seekor buaya sepanjang empat meter yang diyakini telah menerkam warga Tawau akhirnya ditemukan.

Buaya jumbo itu tewas terjerat perangkap yang dipasang. Buaya tersebut diyakini telah memangsa beberapa warga di wilayah Kalabakan, Tawau, Malaysia.

Petugas Departemen Margasatwa Tawau, Sailun Aris, mengatakan, mereka memasang perangkap di Sungai Kg Tanjung Sapi pada Rabu, 15 Juli silam. Pada Sabtu 18 Juli, buaya tersebut ditemukan terperangkap sekitar pukul 1.30 siang.

" Kami memperkirakan buaya tersebutlah yang menyerang warga kami, yakni Sukrien Jesman Yusoff di sungai Kalabakan pada 3 Juli dan Nur Hayati Talib, usia 50 tahun, pada 25 Juni lalu," jelas Aris. 

3 dari 8 halaman

Ditemukan Tangan Manusia di Perut Buaya

Setelah ditemukan pada Sabtu siang, petugas departemen Margasatwa Tawau segera menghubungi keluarga korban.

Keluarga korban meminta agar reptil seberat 350 kilogram tersebut segera dibelah perutnya untuk dicek. Saat dibelah, petugas dikejutkan dengan temuan sebuah tangan manusia.

“ Ada temuan tangan manusia (di perut buaya), potongan tubuh tersebut sudah kami kembalikan ke keluarga setelah dilakukan identifikasi. Mereka akan mengubur jenazahnya,” ungkap Aris.

4 dari 8 halaman

Kena Umpan Dinas Margasatwa

Banyaknya laporan warga terkait serangan buaya di daerah tersebut, membuat para petugas memutuskan menyiapkan perangkap. 

Menurut penuturan Aris, perangkap buaya sudah dibuat sebanyak dua kali. Masing-masing pada 5 Juli dan 15 Juli lalu.

Setelah menunggu beberapa hari, buaya tersebut akhirnya terkena umpan dan ditemukan dalam keadaan tewas di sekitar sungai Kalabakan.

Sumber The Star

5 dari 8 halaman

Aksi Berani Pria Tangkap Buaya Hanya Pakai Handuk

Dream - Aksi berani diperlihatkan sekelompok pria saat menangkap seekor buaya muara berukuran besar yang terkenal ganas. Mereka berhasil membekuk buaya muara tersebut dengan hanya menggunakan handuk dan tali.

Dikutip dari Mirror Online, peristiwa yang terjadi di area Pantai Dominical, di Bahia Ballena de Osa, Kosta Rika, tersebut terekam dalam sebuah video.

Dalam rekaman tersebut terlihat bahwa mulanya mereka memancing buaya sepanjang 2,4 meter itu ke pantai sebelum membelitkan handuk warna oranye ke mulutnya.

6 dari 8 halaman

Migrasi Karena Ditolak Buaya Betina

Menurut laporan penduduk lokal, buaya jantan raksasa itu ditolak buaya betina sehingga pindah dari habitatnya ke Pantai Dominical.

Beruntung, para peselancar di pantai tersebut berhasil melihat buaya ini saat sedang menyeberang laut menuju Bahia Ballena de Osa.

Pihak berwenang segera mengevakuasi para pengunjung dan peselancar ke tempat aman. Sebelum kelompok pria datang untuk menangkap buaya itu.

7 dari 8 halaman

Aksi Berani Tangkap Buaya dengan Handuk

Dalam gambar cuplikan video terlihat buaya muara itu sedang berenang mendekati Pantai Dominical.

Buaya muara tampak berenang di tengah gulungan ombak.© Facebook Guardavidas Costa Ballena Lifeguards

Di dalam video, tampak salah satu dari pria tersebut berusaha menjinakkannya dengan handuk.

Menangkap buaya muara dengan handuk.© Facebook Guardavidas Costa Ballena Lifeguards

Tak lama kemudian teman-temannya ikut membantu. Rupanya mereka ingin menutup mata buaya itu.

Hal itu dilakukan agar buaya muara yang terkenal ganas itu menjadi tenang sehingga mudah dijinakkan.

Mulut buaya muara dibekap handuk dan tali.© Facebook Guardavidas Costa Ballena Lifeguards

Singkat cerita, para pria itu berhasil menduduki punggung buaya sebelum akhirnya membekap mulutnya dengan tali.

8 dari 8 halaman

Penampakan Buaya Meningkat 27 Persen

Menurut kabar, buaya itu kemudian diamankan untuk diperiksa oleh dokter hewan. Setelah dinyatakan aman buaya itu dilepasliarkan di area bernama Tortuga.

Pihak berwenang Kosta Rika mengatakan penampakan buaya dan kaiman (kerabat buaya) telah meningkat sebesar 27 persen dalam dua tahun terakhir di pantai Pasifik negara yang terletak di Amerika Tengah itu.

Pejabat konservasi Franchesco Di Palma mengatakan bahwa kemunculan buaya pada tahun ini sudah menjadi pemandangan umum di Bahia Ballena de Osa.

Buaya-buaya itu umumnya berjenis kelamin jantan. Mereka pindah ke Pantai Dominical karena tidak bisa kawin dengan buaya betina di habitat aslinya.

Beri Komentar