Studi Terbaru: Covid-19 Diduga Sudah Tulari Manusia Sejak Puluhan Tahun Lalu

Reporter : Sugiono
Selasa, 31 Maret 2020 16:12
Studi Terbaru: Covid-19 Diduga Sudah Tulari Manusia Sejak Puluhan Tahun Lalu
Bagaimana bisa terjadi seperti itu?

Dream - Para peneliti dari berbagai negara menduga virus corona baru Covid-19 kemungkinan telah menyebar di antara manusia selama bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun sebelum menjadi wabah seperti sekarang.

Gabungan peneliti dari Amerika Serikat, Inggris dan Australia menganalisis berbagai data yang dirilis oleh para ilmuwan di seluruh dunia untuk menemukan petunjuk tentang virus corona baru di masa lalu.

Mereka menemukan titik terang jika virus corona baru mungkin melompat dari hewan ke manusia jauh sebelum kasus positif pertama ditemukan di Wuhan, Provinsi Hubei, China.

Para ilmuwan mengatakan virus corona baru mungkin tidak mengalami mutasi unik pada hewan yang jadi inangnya. Tetapi mutasi unik tersebut terjadi selama infeksi yang berulang pada manusia.

Penelitian tersebut dilakukan oleh gabungan ilmuwan seperti Kristian Andersen dari Scripps Research Institute di California, Andrew Rambaut dari University of Edinburgh di Skotlandia, Ian Lipkin dari Columbia University di New York, Edward Holmes dari University of Sydney, dan Robert Garry dari Tulane University di New Orleans.

Sementara itu, Dr Francis Collins, direktur National Institute of Health AS, yang tidak terlibat dalam penelitian itu, mengatakan studi itu mengungkapkan sebuah skenario bagaimana virus corona baru yang menyeberang dari hewan ke manusia mampu menyebabkan penyakit pada manusia.

" Kemudian, sebagai akibat dari perubahan evolusi bertahap selama bertahun-tahun atau bahkan beberapa dekade, virus corona baru akhirnya memperoleh kemampuan untuk menyebar dari manusia ke manusia dan menyebabkan penyakit serius, yang sering kali mengancam jiwa,” katanya dalam sebuah artikel yang diterbitkan di situs web institut tersebut pada Kamis, 26 Maret 2020.

 

1 dari 3 halaman

Bermula dari Pelacakan Virus di Kelelawar

Obat Baru Ditemukan Ilmuwan Jerman, Ampuh Untuk Corona?© MEN

Penelitian yang dilakukan Andersen dan rekan-rekannya dimulai dengan menganalisis data ilmuwan di Wuhan yang menemukan adanya lonjakan pasien yang menderita pneumonia misterius pada Desember 2019. Namun hasil pemeriksaan menunjukkan mereka negatif flu dan patogen lainnya.

Setelah melakukan isolasi terhadap virus baru yang tidak diketahui itu, tim dari Institut Virologi Wuhan yang dipimpin oleh Shi Zhengli melacak asal-usulnya ke virus kelelawar yang ditemukan di gua-gua di gunung dekat perbatasan Cina-Myanmar.

Ternyata, gen virus yang diisolasi dengan yang ada pada kelelawar memiliki persamaan lebih dari 96 persen. Tetapi, virus yang ada pada kelelawar tidak bisa menular ke manusia. Sebab virus tersebut tidak memiliki lonjakan protein yang berfungsi untuk menempelkan dirinya pada sel manusia.

Virus yang serupa ternyata juga ditemukan pada trenggiling Malaya oleh tim terpisah dari Guangzhou dan Hong Kong. Tetapi, virus corona yang sebelumnya telah diisolasi, yang kemudian disebut SARS-CoV-2, mengalami mutasi unik yang tidak ditemukan pada virus corona yang ada pada kelelawar dan trenggiling tersebut.

2 dari 3 halaman

Awalnya Dikira Mutasi Alami

Mutasi ini, menurut penelitian terpisah oleh para peneliti dari China, Prancis dan AS, menghasilkan struktur unik dalam lonjakan protein virus untuk berinteraksi dengan furin, enzim yang didistribusikan secara luas dalam tubuh manusia.

Struktur unik pada lonjakan protein itu akan memicu terjadinya penggabungan antara selubung virus dan membran sel manusia ketika mereka bersentuhan. Beberapa virus seperti HIV dan Ebola juga memiliki struktur unik dalam lonjakan protein virusnya. Inilah yang membuat virus-virus ini sangat menular.

Sebelumnya para ilmuwan menduga bahwa mutasi pada virus terjadi secara alami di hewan yang jadi inangnya. SARS (sindrom pernafasan akut yang parah) dan MERS (sindrom pernafasan Timur Tengah), misalnya, diyakini merupakan keturunan langsung dari spesies virus yang ditemukan pada musang dan unta, yang memiliki 99 persen kesamaan genetik.

Ilmuwan Inggris Mulai Menguji Vaksin Virus Corona ke Tikus© MEN

Tetapi Andersen dan timnya tidak menemukan bukti bahwa virus corona baru yang menyebabkan Covid-19 merupakan keturunan langsung dari kelelawar dan trenggiling. Perbedaan tipe virus corona antara manusia dan hewan tersebut terlalu besar, kata mereka.

3 dari 3 halaman

Komputer Tercanggih Takkan Bisa Mendeteksi

Para peneliti pun menyarankan alternatif lain tentang kemampuan virus SARS-CoV-2 menginfeksi antara manusia-ke-manusia.

" Mungkin saja nenek moyang SARS-CoV-2 memang melompat ke manusia. Setelah itu mereka memperoleh kemampuan seperti yang dijelaskan di atas melalui adaptasi selama transmisi manusia-ke-manusia yang selama ini tidak terdeteksi," kata peneliti dalam laporannya.

Para peneliti juga menyebutkan bahwa supercomputer paling cerdas dan canggih saat ini tidak mampu menghasilkan simulasi untuk menciptakan struktur unik dalam lonjakan protein virus yang begitu efektif menempel pada sel inangnya.

Hasil penelitian dari gabungan beberapa ilmuwan di AS, Inggris, dan Australia ini telah diterbitkan di jurnal Nature Medicine pada 17 Maret 2020.

Sumber: SCMP

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More