Ilmuwan Temukan Virus Mirip SARS-CoV-2 di China, Berpotensi Menular ke Manusia Seperti COVID

Reporter : Sugiono
Kamis, 1 Desember 2022 13:02
Ilmuwan Temukan Virus Mirip SARS-CoV-2 di China, Berpotensi Menular ke Manusia Seperti COVID
Belum reda penyebaran SARS-Cov-2 yang telah meluluhlantakan hampir seluruh negara di dunia, kini muncul virus baru yang mirip dengan penyebab COVID-19 itu.

Dream - Belum reda penyebaran SARS-Cov-2 yang telah meluluhlantakan hampir seluruh negara di dunia, kini muncul virus baru yang mirip dengan penyebab COVID-19 itu.

Virus yang ditemukan di China Selatan, dilaporkan berpotensi bisa menular ke manusia seperti halnya SARS-Cov-2.

Dilansir dari Daily Mail UK, virus yang diberi nama BtSY2 tersebut ditemukan pada 1 dari 5 kelelawar di Provinsi Yunnan.

Saat ini, para ilmuwan mengimbau warga agar lebih berhati-hati dan menjaga kesehatan sebab virus ini bisa menjadi patogen ke manusia.

1 dari 4 halaman

Para ilmuwan dari Sun Yat-sen University Shenzhen, Yunnan Institute of Endemic Disease Control, dan University of Sydney, Australia, sudah melakukan penelitian. Hasilnya telah dipublikasi dan akan diulas secara bersama-sama.

" Kami mengidentifikasi lima spesies virus yang mungkin menjadi patogen bagi manusia atau ternak, termasuk virus corona rekombinan mirip SARS yang terkait erat dengan SARS-CoV-2 dan 50 SARS-CoV," tulis penyusun makalah tersebut.

Studi tersebut menitiberatkan pada kejadian umum penularan antar spesies dan infeksi antar kelelawar, serta implikasi dari kemunculan virus tersebut.

2 dari 4 halaman

Para peneliti mengumpulkan sampel rektum dari 149 kelelawar yang mewakili 15 spesies. 149 kelelawar itu diambil dari enam kabupaten atau kota di Provinsi Yunnan, China.

Asam nukleat yang ada dalam sel hidup kelelawar atau disebut dengan RNA diekstraksi dan masing-masing diurutkan sesuai dengan jenis kelelawarnya.

Setelah melakukan pengurutan RNA, ilmuwan mendapat temuan yang mengkhawatirkan. Ilmuwan mencatat tingginya frekuensi infeksi virus pada salah satu kelelawar pada satu waktu.

3 dari 4 halaman

Jika ini terus berlanjut maka dapat menyebabkan terjadinya penggabungan virus sehingga akan membentuk patogen baru, menurut Profesor Jonathan Ball yang merupakan ahli virologi di Nottingham University.

" Kesimpulannya adalah bahwa kelelawar dapat menampung banyak spesies virus yang berbeda, kadang-kadang menjadi inang pada saat yang sama," kata Ball, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.

Infeksi dalam satu waktu seperti itu memberi kesempatan virus untuk saling menukar informasi genetik penting, yang pada akhirnya akan memunculkan varian baru secara alami.

4 dari 4 halaman

Virus BtSY2 juga memiliki 'domain pengikat reseptor' yang merupakan bagian penting dari spike protein yang digunakan untuk menempel ke sel sel manusia.

" BtSY2 mungkin dapat memanfaatkan reseptor ACE2 manusia untuk memasuki sel," tim menambahkan.

ACE2 adalah reseptor di permukaan sel yang berikatan dengan SARS-CoV-2, yang memungkinkannya masuk dan menginfeksi manusia.

Provinsi Yunnan di barat daya China telah dianggap sebagai pusat spesies kelelawar pembawa virus menular yang mirip SARS-CoV-2.

Sejumlah virus patogen telah terdeteksi di sana, termasuk kerabat dekat SARS-CoV-2, seperti virus kelelawar RaTG1313 dan RpYN0614.

Beri Komentar