Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Air Conditioner (foto: Vektorstock.com)
Dream – Virus corona penyebab penyakit Covid-19 selama ini diketahui bisa menyebar melalui kontak langsung, batuk, dan bersin pasien positif yang terpapar. Para peneliti juga masih meneliti kemungkinan lain yang bisa menularkan virus corona.
Yang terbaru, ilmuwan Amerika Serikat mengklaim menemukan bukti jika virus corona juga bisa menular melalui pernapasan. Meski klaim tersebut masih harus dibuktikan melalui serangkaian riset mendalam.
(Baca: Ilmuwan AS Duga Virus Corona Kemungkinan Bisa Menular Lewat Pernapasan)
Misteri soal virus corona bisa menyebar melalui udara memang masih membuat penasaran publik, terutama klangan ahli kesehatan dan ilmuwan. Salah satu pertanyaan yang muncul adalah mungkinkah virus corona bisa menyebar di rumah yang menggunakan mesin pengatur suhu (air conditioner/AC?
Dilansir dari Al Arabiya, mari kita cek faktanya di bawah ini:
Penelitian pada tahun 2003 membuktikan terjadi infeksi virus SARS terhadap beberapa orang di gedung-gedung tinggi. Ketika itu ruangan di gedung tersebut sedang menggunakan AC sebagai pendingin ruangan.
Virus corona penyebab Covid-19 diketahui berasal dari keluarga yang sama dengan SARS. Bahkan keduanya memiliki banyak kesamaan. Lantas apakah virus corona ini bia menyebar melalui AC?
Dokter Maher Balkis, staf rekanan dokter penyakit menular di Klinik Cleveland Abu Dhabi, mengatakan sejauh ini belum ada bukti yang bisa menegaskan virus yang menyebabkan penyakit Covid-19 dapat menyebar melalui sistem pendingin udara.
Kalangan ahli masih meyakini virus ini dapat menyebar melalui tetesan yang dapat melayang di udara untuk beberapa waktu sebelum mendarat di sebuah permukaan.
Sementara itu, penelitian yang dilakukan oleh China pada awal tahun ini menunjukan bahwa sekelompok kasus infeksi virus corona semuanya berasal dari sebuah restoran yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa virus tersebut tidak dapat menyebar melalui AC.
Dokter Balkis menjelaskan meskipun ada kemungkinan bahwa arus udara yang disebabkan oleh AC memungkinkan tetesan di udara menyebar lebih jauh dari yang seharusnya. Argumentasi ini didukung oleh bukti bahwa virus influenza tidak menyebar melalui udara, namun menyebar dengan cara kontak dekat dan tetesan orang yang terinfeksi.
Sebuah penelitian lain menunjukan, ternyata batuk dan bersin ini tetesannya dapat melayang-layang antara 5 hingga 200 kali lebih jauh dari yang diperkirakan sebelumnya. Hal ini dapat memperburuk masalah yang berkaitan dengan pencegahan penyebaran virus corona.
Profesor John Bush, seorang matematikawan terapan di MIT mengatakan ketika seseorang batuk atau bersin, maka orang di dekatnya akan melihat tetesan atau bahkan merasakan tetesan itu di tubuhnya. Namun orang di dekatnya tersebut bisa terpercik tetesan yang menyebabkan ia terinfeksi.
Seperti telah Sahabat Dream ketahui, gejala virus corona yang paling mudah dikenali adalah batuk dan bersin. Dari kedua gejala itu virus corona dapat menyebar keseluruh dunia. Banyak perbatasan dari setiap negara ditutup, bisnis juga banyak yang tutup, dan masyarakat diimbau untuk tidak keluar rumah dan menjaga jarak.
Dokter Balkis menyimpulkan, dengan menjaga jarak dan menghindari kontak fisik dengan orang sakit, terutama di ruang terbatas, maka dapat meminimalisir risiko terinfeksi.
Semua itu dilakukan supaya penyebaran virus corona bisa diperlambat. Penerapan sosial distancing memang perlu untuk saat ini. Tetapi ingat ya, yang dijaga jaraknya aja, bukan hubungannya loh ya. Yang dijauhi penyakitnya, bukan kemanusiaannya.
Yuk tetap menjaga solidaritas dan saling mendukung antar sesama, khususnya dukungan kepda para pekerja medis dan pasien positif COVID-19.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya