Ilmuwan AS Duga Virus Corona Kemungkinan Bisa Menular Lewat Pernapasan

Reporter : Sugiono
Rabu, 8 April 2020 11:45
Ilmuwan AS Duga Virus Corona Kemungkinan Bisa Menular Lewat Pernapasan
Kesimpulan itu dibuat oleh Anthony Fauci, kepala penyakit menular di National Institutes of Health di Amerika Serikat.

Dream - Pemerintah Amerika Serikat baru-baru ini membuat imbauan kepada seluruh warganya untuk selalu memakai masker setiap keluar rumah. Imbauan serupa sebelumnya telah dikeluarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)

Imbauan untuk memakai masker kali ini semakin digalakkan setelah ilmuwan terkenal AS mengklaim virus SARS-CoV-2 yang menjadi penyebab Covid-19 kemungkinan bisa menular melalui udara.

Anthony Fauci, kepala penyakit menular di National Institutes of Health, mengungkapkan bahwa virus corona mungkin bisa menyebar lewat udara saat orang bernapas dan berbicara seperti biasa.

1 dari 6 halaman

Sekarang Semua Wajib Pakai Masker

Selama ini, para ilmuwan selalu mengatakan bahwa virus corona hanya menyebar melalui droplet (tetesan/percikan) cairan pernapasan saat seseorang batuk atau bersin.

Alasan itulah yang membuat orang yang positif Covid-19 atau para petugas kesehatan yang kontak langsung dengan pasien untuk memakai masker medi.

Tetapi Fauci mengimbau agar kewajiban memakai masker juga diberlakukan kepada setiap warga negara AS yang sehat.

Pendapat Fauci itu didasarkan pada hasil penelitian terbaru yang dikirim National Academy of Sciences (NAS) kepada Gedung Putih pada 1 April 2020.

Dikatakan dalam laporan NAS itu bahwa meskipun penelitian belum konklusif, tapi 'hasil studi yang ada konsisten dengan teori penyebaran virus melalui udara dari pernapasan normal'.

© Dream
2 dari 6 halaman

Cara Penularan Covid-19 Selama Ini

Seperti yang lainnya, badan-badan kesehatan AS sampai sekarang masih memercayai jalur utama penularan virus corona adalah melalui droplet pernapasan.

Droplet berisi virus corona dengan diameter satu milimeter itu disemburkan melalui batuk dan bersin oleh orang yang terinfeksi Covid-19.

Droplet ini kemudian akan jatuh dengan cepat ke tanah setelah keluar dari mulut orang sakit Covid-19 sekitar satu meter jauhnya.

3 dari 6 halaman

Bisa Menyebar Lewat Udara

Tetapi menurut penemuan terbaru, virus corona ini bisa terkumpul dalam gas awan yang disebut aerosol ketika dikeluarkan oleh orang positif Covid-19.

Jika sudah dalam bentuk aerosol, maka virus bisa menyebar lewat udara dan penularannya menjadi sulit untuk dicegah.

Surat NAS merujuk pada penelitian pendahuluan oleh University of Nebraska Medical Center yang menemukan RNA atau kode genetik virus SARS-CoV-2 di area yang sulit dijangkau di ruang isolasi pasien.

© Dream
4 dari 6 halaman

Penelitian di Hong Kong

Para ilmuwan NAS juga merujuk pada dua penelitian dari Hong Kong dan China - yang keduanya belum ditinjau peneliti lainnya.

Para peneliti Hong Kong mengumpulkan sampel virus dari masker para pasien positif Covid-19 dan penyakit pernapasan lainnya. Di masker pasien Covid-19 terdeteksi tetesan dan aerosol virus corona.

Sementara penelitian China menimbulkan kekhawatiran bahwa alat pelindung diri yang digunakan oleh petugas kesehatan itu sendiri dapat menjadi sumber virus di udara.

5 dari 6 halaman

Penelitian di China

Tim mempelajari rumah sakit di Wuhan dan menemukan bahwa ada dua area utama di mana virus itu aerosol: kamar mandi pasien dan kamar di mana petugas kesehatan melepas alat pelindung mereka.

Ini mungkin karena ketika mereka melepas alat pelindung diri menyebabkan partikel virus yang menempel terbang kembali di udara.

Bahkan jika partikel-partikel ini tidak memiliki ukuran yang bisa masuk saat orang bernapas, mereka dapat menempel di tangan dan tubuh manusia, ungkap NAS.

© Dream
6 dari 6 halaman

WHO Bersikap Hati-hati

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih bersikap hati-hati mengenai potensi virus corona penyebab Covid-19 bisa menular melalui udara.

Dalam sebuah analisis yang diterbitkan pada 29 Maret, tertulis bahwa penularan aerosol hanya terjadi selama perawatan medis tertentu yang menggunakan alat bantuan pernapasan.

Sumber: AsiaOne

Beri Komentar