Dinasihati Karena Tak Pakai Masker, Nenek Marah: Mati Itu Urusan Saya!

Reporter : Sugiono
Kamis, 16 April 2020 09:52
Dinasihati Karena Tak Pakai Masker, Nenek Marah: Mati Itu Urusan Saya!
Perilaku wanita berusia kira-kira 60 tahun itu spontan mengundang kemarahan netizen.

Dream - Baru-baru ini sebuah video viral memperlihatkan seorang wanita tua berdebat dengan petugas yang memperingatkannya secara halus agar memakai masker.

Perilaku perempuan berusia kira-kira 60 tahun itu spontan mengundang kemarahan netizen. Dia enggan memakai masker ketika keluar rumah di tengah pandemi virus corona.

Nenek itu bilang, dia tidak peduli jika dirinya mati akibat terinfeksi virus corona. Nenek itu mengaku jengkel jika melakukan sesuatu secara terpaksa.

" Saya tidak suka orang memaksa saya. Sekarang saya keluar, saya tidak peduli," katanya.

1 dari 8 halaman

Dinasihati Malah Marah-marah

Menurut laporan, petugas di Singapura itu menjelaskan bahwa dia khawatir dengan keselamatan wanita itu.

Petugas mengimbau nenek itu untuk menyuruh anggota keluarganya yang lain untuk belanja kebutuhan sehari-hari.

Dalam video, warga yang berada di lokasi kejadian juga ikut menasihati wanita itu untuk tinggal di rumah dengan baik-baik.

Tetapi, wanita itu malah menanggapi anjuran petugas dengan nada kasar dan marah-marah.

2 dari 8 halaman

Mati Karena Corona itu Urusan Saya

" Jangan membuat saya marah, saya ini menderita asma! Itu urusan saya kalau saya mati!" kata wanita itu kepada petugas.

Ketika petugas terus berusaha membujuknya, nenek itu malah mengira dirinya sedang dirundung petugas.

" Saya memang sudah tua, jadi jangan bully saya," katanya.

3 dari 8 halaman

Punya Sekotak Masker di Rumah

Saat petugas memintanya untuk membeli masker, nenek itu bilang bahwa di rumahnya sudah punya satu kotak. Hanya dia lupa memakainya.

Merasa jengkel, wanita itu kemudian bilang bahwa mulai besok dia tidak akan keluar lagi untuk berbelanja.

Insiden di People's Park Centre itu terjadi beberapa hari setelah Singapura mengumumkan lockdown, yang dikenal sebagai Circuit Breaker pada 3 April.

Sampai sekarang, negara Singapura mencatat 3.252 positif kasus Covid-19 dan 10 kematian akibat virus corona.

(Sah, Sumber: World of Buzz)

4 dari 8 halaman

Nenek Penjual Keliling Tolak Bantuan di Tengah Wabah Covid-19

Dream - Pemerintah Malaysia memberlakukan lockdown atau dalam istilah setempat disebut Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) sejak 18 Maret 2020, untuk mencegah penyebaran Covid-19 semakin meluas.

Akibat Lockdown ini, semua aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya dihentikan. Warga masyarakat diimbau untuk tetap tinggal di rumah. Mereka belajar atau bekerja dari rumah.

Sebagian warga masyarakat mungkin masih bisa memenuhi kebutuhan mereka dengan mengambil uang dari tabungan.

Namun bagi sebagian lainnya, seperti nenek berusia 72 tahun dari Seremban ini, tinggal di rumah sama sekali bukan pilihan.

5 dari 8 halaman

Penjual Makanan Ringan Keliling

Huang Lai Mei sering terlihat di jalanan Seremban, saat dia mendorong gerobaknya untuk berjualan makanan ringan demi mencari nafkah untuk dirinya sendiri.

Warga Malaysia yang fasih berbahasa Kanton ini terkenal ramah dan telah berjualan makanan ringan, selama puluhan tahun di Seremban.

Dia juga dikenal sangat mandiri. Huang tidak pernah meminta atau mengharapkan bantuan dari siapa pun. Dia ingin hidup dari uang hasil jerih payahnya sendiri.

6 dari 8 halaman

Meski Susah di Tengah Wabah Covid-19

Huang bahkan tidak pernah berusaha untuk mendapatkan bantuan, baik uang atau sembako, dari dinas sosial setempat atau lembaga swadaya masyarakat di sekitar tempat tinggalnya.

Bahkan di tengah wabah Covid-19 dan lockdown yang membuatnya kehilangan pendapatan, Huang tetap menolak setiap bantuan makanan yang diberikan kepadanya.

Huang mengatakan banyak orang berbaik hati menyumbangkan makanan kepadanya selama masa susah ini. Tetapi dia menolak setiap bantuan tersebut dengan halus.

7 dari 8 halaman

Alasan Menolak Bantuan yang Bikin Haru

Alasan Huang menolak bukan karena dia tidak membutuhkannya. Tapi Huang tidak mau makanan yang seharusnya diberikan ke orang lebih membutuhkan disumbangkan kepadanya.

" Saya masih punya cukup makanan. Jika makanan itu diberikan ke saya, maka orang lain yang membutuhkan tidak akan mendapatkannya," katanya.

Selain itu, Huang mengaku fisiknya masih cukup kuat untuk menghidupi dirinya sendiri.

" Saya masih punya tangan dan kaki lengkap, saya bisa menghidupi diri saya sendiri," katanya.

8 dari 8 halaman

Hikmah di Balik Lockdown Akibat Covid-19

Tetapi dia bersedia menerima satu sumbangan, ketika diberi masker oleh penjual sayur saat dia berbelanja bahan makanan.

Huang juga mengatakan bahwa selama tidak berjualan akibat lockdown, dia jadi punya waktu untuk membereskan rumahnya.

" Saya jadi punya waktu untuk membereskan rumah dan melakukan pekerjaan rumah tangga lainnya. Selama ini saya jarang bisa melakukannya," pungkas Huang.

Sumber: World of Buzz

Beri Komentar