Dapat Masker Bedah Gratis dari Pemerintah, Astaga Lihat Kondisinya

Reporter : Sugiono
Minggu, 19 April 2020 09:01
Dapat Masker Bedah Gratis dari Pemerintah, Astaga Lihat Kondisinya
Masker bedah itu tidak dibungkus dalam kotak tapi cuma diikat pakai kertas.

Dream - Menghadapi langkanya masker bedah di tengah pandemi virus corona, Pemerintah Malaysia membagikan pelindung hidung dan mulut itu secara gratis kepada masyarakat.

Sayangnya, tidak semua anggota masyarakat menerima masker bedah dengan standar yang bagus dan berkualitas. Yang lebih mengejutkan, cara pengiriman masker ke rumah-rumah warga sungguh menyedihkan.

1 dari 7 halaman

Tanpa Dikemas, Hanya Diikat Pakai Kertas

Seorang warga dari Wangsa Maju, Kuala Lumpur, terkejut mengetahui bahwa masker bedah yang diterimanya tidak dibungkus dengan kotak, tapi hanya disatukan dengan potongan kertas.

Masker gratis dari pemerintah Malaysia.© Sin Chew Daily

Tidak itu saja, masker bedah tersebut juga terlihat kotor. Di beberapa bagian masker bedah terdapat noda hitam yang tidak diketahui asalnya.

2 dari 7 halaman

Dimasukkan ke Dalam Kotak Surat

Menurut laman Sin Chew Daily, orang yang mengirim gambar tersebut mengatakan keempat masker yang diterimanya kotor dan tidak dapat digunakan.

Selain itu, masker bedah yang dikirim tanpa dikemas dalam kotak itu dimasukkan ke kotak surat warga. Hal ini akan membuat masker bedah itu rentan terkontaminasi kuman dan kotoran.

3 dari 7 halaman

Berpotensi untuk Terkontaminasi Kuman

Mereka mengatakan jarang membersihkan kotak surat di depan rumah mereka sehingga berpotensi menjadi sarang bagi virus dan bakteri.

Sebagian masker hanya dibungkus plastik.© Sin Chew Daily

Sejak foto masker kotor itu viral di media, koran Sin Chew Daily mencoba untuk menghubungi pejabat kota di Kuala Lumpur untuk meminta tanggapannya.

Sumber: World of Buzz

4 dari 7 halaman

Menguak Efektivitas Masker Kain untuk Cegah Covid-19

Dream – Kondisi pandemi covid-19, masker medis menjadi sesuatu yang langka. WHO pun sudah memberikan saran untuk menggunakan masker kain sebagai alternatif pengganti masker bedah.

Namun, upaya pelindungan diri dengan menggunakan masker kain dianggap masih belum efektif. Dokter sekaligus Kepala Departemen Ilmu Kesehatan THT Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Dr. dr. Bambang Udji Djoko Rianto, Sp.THT (K)., M.Kes., mengatakan msker kain tidak dapat memproteksi masuknya partikel.

" Penetrasi masuk partikel kalau pakai masker kain ini 97 persen bisa tembus masker, perlindungannya hanya 3 persen saja,” ujarnya.

Masker kain tidak memiliki perlindungan layaknya masker bedah dalam mencegah penularan virus. Dikarenakan penularan virus covid-19 yang melalui percikan air liur (droplet) dan partikel kecil yang terbawa udara (airbone).

5 dari 7 halaman

Masker Kain Tidak Memiliki 3 Lapisan

Masker© Pixabay.com

Salah satu penyebab masker kain tidak memiliki tingkat efektivitas yang tinggi adalah karena masker kain biasanya terdiri dari satu lapis saja. Meskipun sekarang sudah banyak masker kain yang dibuat dengan menggunakan 2 lapisan kain. Namun hal tersebut belum dapat menjadi patokan.

Pada masker bedah terdiri dari 3 lapisan dengan fungsinya masing-masing. Lapisan luar anti air berfungsi sebagai pelindung dari droplet dan airbone. Lapisan kedua berfungsi sebagai filter kuman dan lapisan ketiga berfungsi untuk menyerap cairan yang keluar dari mulut pengguna.

“ Ketiganya tidak didapat dari masker kain biasa dan ini bahaya. Sebab, begitu virus yang menenempel bisa menembus di sela pori-pori kain,” tutur dokter THT RSUP Dr. Sardjito ini.

 

 

6 dari 7 halaman

Hasil Riset

Riset© Pexels.com

Terdapat sebuah penelitian yang dilakukan untuk membandingkan efektivitas pengunaan masker bedah dengan masker kain. Penelitian tersebut telah diterbitkan pada jurnal BMJ Open (2015) berjudul A Cluster Randomise Trial of Cloth Masks Compared with Medical Masks in Healthcare Workers.

Dalam penelitian yang dilakukan di Hanoi, Vietnam pada 1.607 rumah sakit diketahui bahwa terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara penggunaan masker bedah dan masker kain dalam mencegah infeksi saluran pernafasan maupun infeksi virus.

”Hasilnya sangat luar biasa, ternyata orang yang pakai masker kain kemungkinan menderita infeksi saluran napas dan infeksi virus 13 kali lebih besar dibandingkan dengan yang memakai masker bedah. Ini kan bahaya sekali,”urainya.

Virus covid-19 memiliki ukuran kecil sekitar 0,125 mikrometer atau 125 nanometer. Sedangkan masker kain tidak memiliki kerapatan untuk menangkal jenis virus berukuran kecil seperti covid-19.

7 dari 7 halaman

Saran Lain

Masker© Pexels.com

Namun penggunaan masker kain tetap disarankan sebagai alternatif terakhir untuk perlindungan diri. Bambang menyarankan agar masker kain dilapisi oleh tisu dibagian tengahnya. Agar dapat mengurangi kemungkinan partikel virus masuk ke dalam masker kain.  

“ Memang sampai sekarang belum ada riset yang meneliti efektivitas penggunaan masker kain 3 lapis ini. Namun, logikanya kan lebih rapat jadi bisa lebih memproteksi dari infeksi virus,”paparnya.

Namun dalam upaya pencegahan virus covid-19, harus diperhatikan pula faktor-faktor lainnya selain menggunakan masker. Seperti rajin mencuci tangan dengan sabun dan air, melakukan physical distancing hingga sebisa mungkin untuk tetap berdiam diri di rumah. (mut)

(Sumber: ugm.ac.id)

Beri Komentar