Foto Satelit Kota Pelabuhan Beirut Sebelum dan Sesudah Ledakan

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Jumat, 7 Agustus 2020 09:01
Foto Satelit Kota Pelabuhan Beirut Sebelum dan Sesudah Ledakan
ledakan tersebut dapat dirasakan hingga 200 km di Siprus.

Dream - Ledakan dahsyat yang terjadi di Kota Beirut, Lebanon pada Selasa, 4 Agustus 2020 membuat masyarakat terkejut.  Ledakan yang diduga berasal dari sebuah gudang penyimpanan asam nitrat itu meluluh lantakan kota pelabuhan tersebut. 

Pemandangan mengerikan kondisi Lebanon tertangkap jelas oleh VHR WorldView-2 milik European Space Imaging. Foto dari luar angkasa itu memperlihatkan kondisi sebelum dan sesudah ledakan.

Hampir 20 bangunan hancur total, sementara ratusan bangunan di sekitarnya rusak parah. Sebuah kapal pesiar terbalik dan empat kapal tanker rusak.

1 dari 7 halaman

Menurut data AIS, kapal pesiar ini adalah " Orient Queen" yang berlayar di bawah bendera Bahamas, dan berasal dari pelabuhan King Abdullah, Arab Saudi.

Dilaporkan di media bahwa ledakan di pelabuhan Beirut mengakibatkan kerusakan 90% hotel di ibu kota Lebanon dan ledakan tersebut dapat dirasakan hingga 200 km di Siprus.

“ Saat bencana melanda, citra satelit VHR dapat memberikan informasi penting untuk operasi bantuan darurat guna mengevaluasi tingkat kerusakan dan mendapatkan gambaran umum keseluruhan dari lokasi kejadian,” kata Adrian Zevenbergen, Managing Director, European Space Imaging.

 

 

2 dari 7 halaman

“ Ini memberi tim manajemen krisis wawasan logistik untuk perencanaan dan membantu memantau serta mendeteksi setiap perubahan yang mungkin penting untuk meminimalkan atau bahkan menghilangkan bencana lebih lanjut.”

Penyebab ledakan masih belum diketahui. Namun dilaporkan bahwa ledakan terjadi di bagian pelabuhan yang sebelumnya menyimpan sitaan bahan peledak tinggi.

Dengan negara yang telah mengalami krisis ekonomi yang melumpuhkan sebagai akibat dari memerangi COVID-19, ledakan ini menjerumuskan kota ke dalam malapetaka lebih lanjut dengan pemimpin negara itu, Hassan Diab, memohon bantuan internasional.

Berikutya foto sebelum kota pelabuhan Beirut, Lebanon dihantam ledakan besar

 

3 dari 7 halaman

Foto Kota Beirut Sebelum dan Sesudah Ledakan

1. Foto Pelabuhan Kota Beirut Sebelum Ledakan

Sebelum Ledakan© European Space Imaging.

2. Foto Pelabuhan Kota Beirut Setelah Ledakan

Setelah Ledakan© European Space Imaging.

(Sumber: euspaceimaging.com)

4 dari 7 halaman

Dream - Ledakan dahsyat di Beirut, Lebanon, Selasa 4 Agustus 2020, diduga disebabkan oleh amonium nitrat. Berdasarkan hasil investgasi sementara, di Pelabuhan Beirut yang menjadi lokasi ledakan itu tersimpan 2.750 ton amonium nitrat.

Menteri Dalam Negeri Lebanon, Mohammed Fahmi, mempertanyakan tersimpannya 2.750 ton amonium nitrat di pelabuhan itu kepada pihak bea cukai. Keberadaan amonium nitrat itu juga dikonfirmasi oleh sang Perdana Menteri, Hassar Diab.

" Tidak dapat diterima bahwa pengiriman 2.750 ton amonium nitrat telah ada selama enam tahun di sebuah gudang, tanpa mengambil langkah-langkah pencegahan," kata Hassan Diab, dikutip dari Al Arabiya, Rabu 5 Agustus 2020.

" Itu tidak bisa diterima dan kita tidak bisa diam terhadap masalah ini," tambah dia.

Otoritas Lebanon telah menjalankan investigasi terkait ledakan yang menyebabkan kerusakan dahsyat tersebut. Kepala Keamanan Umum Libanon, Abbas Ibrahim, mengatakan bahwa " bahan yang sangat eksplosif" yang disita " beberapa waktu lalu" disimpan di lokasi ledakan.

5 dari 7 halaman

Video Detik-Detik Ledakan Lebanon Seperti Bom Hiroshima, 78 Tewas 4.000 Luka

Dream - Sebuah ledakan dahsyat terjadi di Beirut, Lebanon, 4 Agustus 2020. Hingga saat ini, sebanyak 78 orang dilaporkan tewas, sekitar 4.000 lainnya terluka.

" Masih banyak orang hilang hingga saat ini," kata Menteri Kesehatan Lebanon, Hamad Hassan, dikutip dari CNN.com, Rabu 5 Agustus 2020.

Rekaman video menunjukkan ledakan itu menciptakan awan berwarna oranye. Gedung-gedung di sekitar terguncang karena ledakan dan gelombang kejut yang menyusul kemudian.

Jendela dan pecahan kaca berterbangan karena ledakan dan gelombang kejut tersebut.

Gubernur Beirut, Marwan Abboud, menyatakan ledakan itu sebagai bencana nasional. Sementara, Perdana Menteri Lebanon menyatakan hari berkabung nasional selama tiga hari.

" Ledakan itu menyerupai apa yang terjadi di Jepang, di Hiroshima dan Nagasaki. Ledakan itu mengingatkan saya pada hal itu. Dalam hidup saya, saya belum pernah melihat kehancuran pada skala ini, " kata Abboud, menjelaskan awan jamur akibat ledakan tersebut, dikutip USA Today.

6 dari 7 halaman

Menurut laporan CNN, data Survei Geologi Amerika Serikat menunjukkan bahwa ledakan di Beirut menciptakan gelombang seismik yang setara dengan gempa berkekuatan magnitudo 3,3.

Meski setara dengan gempa bermagnitudo 3,3, kekuatannya " tak langsung sebanding dengan gempa dengan ukuran yang sama."

Menurut Don Blakeman, ahli geofisika, ledakan termasuk guncangan jenis permukaan, sehingga kekuatannya tidak sebanding dengan gempa bumi.

Sebagian besar energinya, kata Blakeman, masuk ke udara dan bangunan. " Tidak cukup energi untuk ditransmisikan ke dalam batuan di tanah," kata dia, dikutip dari Liputan6.com.

Menurut laman Aljazeera, Kepala Keamanan Umum Lebanon, Abbas Ibrahim, mengatakan bahwa ledakan dahsyat itu berasal dari 2.700 ton amonium nitrat. Bahan kimia itu disimpan di pelabuhan Beirut sebelum dikirim ke Afrika.

Ibrahim sudah melaporkan temuan itu kepada Dewan Pertahanan Tinggi Lebanon yang terdiri dari presiden dan semua lembaga keamanan utama negara. Otoritas Lebanon berjanji memberi hukuman paling berat kepada pihak yang bertanggung jawab.

7 dari 7 halaman

 

Beri Komentar