Penelitian: Virus Corona Sudah Mengamuk di Wuhan Sejak Agustus 2019

Reporter : Sugiono
Kamis, 11 Juni 2020 09:48
Penelitian: Virus Corona Sudah Mengamuk di Wuhan Sejak Agustus 2019
Berdasarkan citra satelit dan data mesin pencari.

Dream - Virus corona baru penyebab Covid-19 telah menyebar di China bukan pada September 2019 seperti yang diyakini selama ini.

Penyebaran virus yang disebut juga SARS-CoV-2 itu mungkin terjadi satu bulan sebelumnya yaitu pada sekitar awal bulan Agustus 2019.

Demikian menurut penelitian Harvard Medical School berdasarkan citra satelit dari pola perjalanan rumah sakit dan data mesin pencari.

1 dari 4 halaman

Citra Satelit dan Data Mesin Pencarian

Penelitian ini menggunakan citra satelit resolusi tinggi dari tempat parkir rumah sakit di Wuhan - di mana penyakit ini muncul pada akhir 2019.

Selain itu peneliti juga menggunakan data pertanyaan terkait gejala penyakit seperti batuk dan diare pada mesin pencari.

" Peningkatan lalu lintas rumah sakit dan data pencarian gejala di Wuhan mendahului awal pandemi SARS-CoV-2 yang didokumentasikan pada Desember 2019," menurut penelitian.

2 dari 4 halaman

Virus Covid-19 Sudah Tersebar Sebelumnya

Meskipun tidak dapat mengonfirmasi apakah volume yang meningkat terkait langsung dengan kemunculan virus baru, bukti ini mendukung penelitian terbaru lainnya yang menunjukkan bahwa SARS-CoV-2 muncul sebelum identifikasi dilakukan di pasar seafood Huanan.

" Temuan ini juga menguatkan hipotesis bahwa virus muncul secara alami di China selatan dan berpotensi sudah tersebar pada saat klaster Wuhan terbentuk," penelitian itu menjelaskan.

3 dari 4 halaman

Lonjakan Kendaraan di Rumah Sakit

Melihat pada citra satelit, penelitian menangkap adanya lonjakan jumlah kendaraan di lapangan parkir rumah sakit Wuhan pada bulan Agustus 2019.

Sementara pada data pencarian mesin pencari, penelitian menemukan peningkatan unik terhadap kata diare yang sebelumnya tidak terjadi pada kata flu atau batuk.

" Pada bulan Agustus, kami mengidentifikasi peningkatan unik dalam pencarian kata diare yang sebelumnya tidak terlihat pada kata flu atau batuk," menurut penelitian.

4 dari 4 halaman

Pemerintah China Membantah

Mengenai temuan para peneliti Harvard Medical School ini, pemerintah China mengeluarkan bantahan melalui juru bicara kementerian luar negeri, Hua Chunying.

" Saya pikir ini konyol, sangat konyol, untuk sampai pada kesimpulan yang berdasarkan pada pengamatan dangkal seperti volume lalu lintas," kata Chunying.

Sumber: Times of India

Beri Komentar