Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi. (Foto: Pixabay.com)
Dream - Virus corona baru penyebab Covid-19 telah menyebar di China bukan pada September 2019 seperti yang diyakini selama ini.
Penyebaran virus yang disebut juga SARS-CoV-2 itu mungkin terjadi satu bulan sebelumnya yaitu pada sekitar awal bulan Agustus 2019.
Demikian menurut penelitian Harvard Medical School berdasarkan citra satelit dari pola perjalanan rumah sakit dan data mesin pencari.
Penelitian ini menggunakan citra satelit resolusi tinggi dari tempat parkir rumah sakit di Wuhan - di mana penyakit ini muncul pada akhir 2019.
Selain itu peneliti juga menggunakan data pertanyaan terkait gejala penyakit seperti batuk dan diare pada mesin pencari.
" Peningkatan lalu lintas rumah sakit dan data pencarian gejala di Wuhan mendahului awal pandemi SARS-CoV-2 yang didokumentasikan pada Desember 2019," menurut penelitian.
Meskipun tidak dapat mengonfirmasi apakah volume yang meningkat terkait langsung dengan kemunculan virus baru, bukti ini mendukung penelitian terbaru lainnya yang menunjukkan bahwa SARS-CoV-2 muncul sebelum identifikasi dilakukan di pasar seafood Huanan.
" Temuan ini juga menguatkan hipotesis bahwa virus muncul secara alami di China selatan dan berpotensi sudah tersebar pada saat klaster Wuhan terbentuk," penelitian itu menjelaskan.
Melihat pada citra satelit, penelitian menangkap adanya lonjakan jumlah kendaraan di lapangan parkir rumah sakit Wuhan pada bulan Agustus 2019.
Sementara pada data pencarian mesin pencari, penelitian menemukan peningkatan unik terhadap kata diare yang sebelumnya tidak terjadi pada kata flu atau batuk.
" Pada bulan Agustus, kami mengidentifikasi peningkatan unik dalam pencarian kata diare yang sebelumnya tidak terlihat pada kata flu atau batuk," menurut penelitian.
Mengenai temuan para peneliti Harvard Medical School ini, pemerintah China mengeluarkan bantahan melalui juru bicara kementerian luar negeri, Hua Chunying.
" Saya pikir ini konyol, sangat konyol, untuk sampai pada kesimpulan yang berdasarkan pada pengamatan dangkal seperti volume lalu lintas," kata Chunying.
Sumber: Times of India
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya