Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bachar Houli (kanan/www.theapricity.com)
Dream - Ini kisah seorang atlet muslim Australia. Bachar Houli namanya. Pria ini adalah pemain sepakbola khas negeri kanguru atau yang lebih populer disebut dengan nama 'footy'. Olahraga ini dimainkan oleh 18 orang dan paling populer di Australia selain cricket dan rugby.
Houli mulai bermain footy pada usia 11 tahun. Namun, awalnya dia dilarang oleh orangtua karena takut konsentrasi belajarnya terganggu. Namun, Houli kecil diam-diam tetap menekuni olahraga tersebut.
Lama kelamaan, pria kelahiran 12 Mei 1988 ini tak bisa menyembunyikan kegemarannya itu. Semakin dewasa, prestasinya dalam olahraga footy semakin moncer. Hingga suatu saat prestasi itu tak bisa disembunyikan lagi dari orangtuanya.
Beruntung, orangtua Houli menyadari bakat anaknya. Dengan seizin orangtuanya, dia pun terus berkiprah di cabang olahraga footy, hingga kini bisa bermain di liga footy tingkat nasional untuk tim Richmond Tigers.
Seperti banyak sisi kehidupan lain di Australia, pergaulan di dunia olahraga pun sering melibatkan minuman keras dan pesta. Namun Houli bisa mempertahankan Islam yang menjadi keyakinannya. Dia jauhi hidup yang dilarang agama.
Houli juga bangga menjadi seorang muslim. Dia secara terbuka menyatakan dirinya seorang muslim, bahkan dalam situsnya ada laman khusus di mana dia menjelaskan pemahamannya tentang rukun Islam dan Nabi Muhammad yang menjadi junjungan kaum muslim.
Dalam acara buka puasa bersama di Melbourne baru-baru ini, Houli mengumandangkan azan dan sekaligus menjadi bintang tamu. Dia berbagi cerita tentang bagaimana bisa tetap bermain footy dan bergaul dalam dunia itu, sementara tetap menjalankan agamanya.
Menurut Houli, tantangan terberat sebagai seorang muslim dia hadapi saat berusia 16 tahun. Kala itu, dia resah karena ingin secara terbuka menampilkan identitiasnya sebagai seorang muslim.
" Menurut saya, saat itu adalah langkah terbesar. Saya berpikir, cukup sudah, saya perlu berdiri tegak dan bangga sebagai seorang Muslim Australia," tutur Houli dikutip ABC Radio Australia, Kamis 17 Juli 2014.
Namun, akhirnya Houli mampu mengalahkan rasa galau itu. Dengan gagah, dia berdiri di depan timnya dan mendeklarasikan diri dengan lantang bahwa dirinya adalah seorang muslim.
" Maka, berdirilah saya di depan tim, yang di bawah usia 16 tahun. Saat itu saya mewakili Victoria dan menjabat kapten tim. Saya berdiri di hadapan tim, dan saya bilang, inilah saya. Saya seorang Muslim. Saya salat lima kali sehari, saya makan makanan halal," ujar dia.
Menurut Houli, respek yang ia dapat dari tindakannya itu justru sangat besar, dan membuatnya makin percaya diri. " Terkadang memang amat sulit, tapi lama-lama sudah jadi kebiasaan. Dan yang paling bagus, saya mendapat begitu banyak respek dari tim saya. Dan cara terbaik untuk dihormati adalah dengan menghormati."
Selain bermain di Liga AFL (Australian Football League), Houli juga menjalankan The Bachar Houli Academy, kamp pelatihan footy untuk pemain muda yang memiliki latar belakang agama atau budaya Islam.
Sedangkan Bachar Houli Cup atau Piala Bachar Houli adalah program AFL yang membuka pintu bagi pelajar dan sekolah Islam untuk mengikuti kompetisi sembilan lawan sembilan, AFL 9. Houli saat ini menjabat sebagai salah satu duta multikultural AFL. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya