Awan Mirip Letusan Gunung Anak Krakatau Muncul di Langit Banten

Reporter : Mutia Nugraheni
Sabtu, 5 Januari 2019 17:56
Awan Mirip Letusan Gunung Anak Krakatau Muncul di Langit Banten
Warnanya abu-abu gelap sangat mirip kepulan asap letusan Anak Krakatau.

Dream - Kemunculan awan mirip letusan asap Gunung Anak Krakatau (GAK), menghebohkan masyarakat Banten. Penampakan awan tersebut terlihat jelas di kawasan Cilegon, Serang, bahkan di Labuan, Kabupaten Pandeglan.

Sejumlah masyarakat, melihat awan itu antara pukul 17.50 WIB sampai pukul 18.15 WIB pada Jumat 4 Januari 2019 kemari. Bahkan ada yang menganggap awam berwarna abu-abu gelap itu merupakan kepulan asap letusan Anak Krakatau.

" Dari Merak (Kota Cilegon) juga jelas kelihatan," kaya Sigit, salah satu warga Kota Serang yang bekerja di Kota Cilegon, melalui pesan singkatnya.

Wiwid, salah atau relawan dari FesbukBantenNews juga mengaku melihat awan itu dari daerah Labuan, Kabupaten Pandgelang, Banten.

" Itu awan keliatan dari Labuan. Cilegon, Serang juga katanya keliatan," ujar Wiwid, melalui pesan singkatnya.

Berdasarkan laporan dari situs magma.vsi.esdm.go.id, tercatat asap kawah bertekanan sedang hingga kuat teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tebal dan tinggi 300-2000 meter di atas puncak kawah. Terdengar suara dentuman di pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau.

Hasil pemantauan, sejak pukul 12.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB itu mencatat jumlah letusan sebanyak 37 kali dengan amplitudo 15-35 mm, durasi 29-187 detik.

1 dari 1 halaman

Lihat Penampakan Awan Misterius

Status Anak Krakatau masih berada di Level III atau siaga, dengan jarak aman sejauh lima kilometer dari puncak gunung yang kini memiliki ketinggian 110 MDPL.

Berikut penampakan awan tersebut.

Awan misterius© Liputan6

(FOto: Yandhi Deslatama/ Liputan6.com)

Berdasarkan data yang dikirimkan Prakirawan dari BMKG Klas I Serang, Tarjono yang memantau lewat citra satelit Himawari per pukul 19.00 WIB, ketinggian sebaran abu vulkanik Anak Krakatau mencapai 10 km dari permukaan laut (DPL).

Abu vulkanik bergerak ke arah timur laut, dan tidak terdeteksi hujan di Selat Sunda dan Banten.

Baik petugas pos pantau maupun BMKG Klas I Serang dan Raden Inten, Lampung, belum bisa memastikan apakah itu awan biasa atau abu vulkanik dari letusan Gunung Anak Krakatau.

Laporan: Yandhi Deslatama/ Liputan6.com

Beri Komentar