Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Penjual Baju Bekas Impor (Antara)
Dream - Kementrian Perdagangan peringatkan bahaya di pakaian bekas dari luar negeri atau impor. Hasil laboratorium menunjukkan bahwa dalam setiap gram pakaian bekas itu terdapat lebih dari 200 ribu koloni (kumpulan) bakteri. Bakteri itu jelas-jelas menyebabkan sejumlah penyakit yang membahayakan.
Dirjen Standarisasi dan Perlindungan Konsumen (SPK) Kementerian Perdagangan, Widodo. mengatakan pihaknya sudah melakukan analisa sejumlah sampel. Dari semua sampel yang diperiksa, menunjukkan koloni bakteri dalam jumlah yang mengerikan. Sampel pakaian bekas itu berasal dari sejumlah pasar baju bekas, salah satunya dari Pasar Senin, Jakarta Pusat.
Beberapa jenis bakteri yang ditemukan, bisa menyebabkan penyakit Tifus, Kolera, Disentri, dan Influensa. "Tidak ada satu pun pakaian bekas impor yang sehat. Tidak ada satu pun," kata Widodo di depan sejumlah jurnalis di Jakarta, Rabu, 4 Februari 2015. Pemerintah menghimbau masyarakat untuk tidak lagi membeli pakaian bekas impor. Bakteri yang berada di pakaian itu bisa menyebabkan ledakan wabah penyakit jika dibiarkan.
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Kenapa Ada Orang Suka Sayur Pahit, tetapi Ada yang Tak Tahan Bau Ketumbar? Ini Penjelasan Sains

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti