Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Dream - Penyakit jantung banyak mengintai orang dewasa, terutama yang berusia lanjut seperti pria Malaysia bernama Salamat Panuntty ini.
Setelah 16 tahun berlalu, masalah jantung kembali menghantui pria berusia 64 tahun ini. Dia selalu sukar bernapas ketika berbaring dan tidur secara normal.
Masalah itu ternyata menyentuh hati anaknya, Ahmad Safuan. Pria 24 tahun itu merasa kasihan melihat ayahnya tidur dalam posisi duduk di sofa setiap malam.
Melalui video yang viral di TikTok, Safuan berbagi masalah yang dihadapi ayahnya sehingga mengundang rasa haru dari netizen.
Dalam video itu, Safuan memaparkan dia terenyuh melihat penderitaan ayahnya jika tidur dengan cara berbaring.
Karena itu dia membeli sebuah kursi malas agar ayahnya bisa tidur dengan nyaman.
Menurut Safuan jantung ayahnya tersumbat. Dulu pernah operasi tahun 2006, dan setelah itu kondisinya baik-baik saja.
Namun awal tahun ini kambuh lagi. Mau operasi lagi sudah tidak memungkinkan karena faktor usianya.
" Setiap malam ayah tidak bisa tidur. Ayah baru bisa tidur dengan duduk di sofa. Kasihan jika melihatnya. Pinggangnya jadi sakit.
" Kemudian ayah ngomong ingin beli kursi malas. Ayah kirim gambarnya dalam grup WhatsApp. Awalnya minta adik beli, tapi saya yang pergi beli. Saya hanya rekam video, tak sangka jadi viral," katanya.
Safuan mengaku postingannya mendapat banyak komentar netizen yang bersimpati dengan keadaan ayahnya.
Bercerita mengenai dirinya, Safuan sebelum ini bekerja sebagai pelatih yang banyak membuat program motivasi, namun diberhentikan akibat Covid-19.
Kini, dia menjalankan bisnis coklat dalam kaleng untuk menopang kehidupan keluarga. Selain Safuan, ibunya yang membuka sekolah TK juga terdampak pandemi.
Safuan mengatakan dia sangat sedih saat ibunya memberitahu akan menutup sekolah itu karena sudah tidak mampu menanggung biaya operasionalnya.
Sumber: mStar.com.my
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam