Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Keluarga Ustadz Malik (Foto: Istimewa)
Dream - Memulai perjalanan khidmatnya untuk Al-Qur’an di 2012, Ustadz Malik bersama istri, Ustadzah Siti Robiah, mengawali kehidupan baru mereka dengan mengajar buah hatinya sendiri serta beberapa anak-anak tetangganya. Ruang tamu rumah yang terletak di Desa Sumuradem, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu menjadi tempat mengaji.
Lambat laun anak didiknya terus bertambah. Ruang tamu itu tak bisa lagi menamping anak-anak yang belajar mengajai. Ustadz Malik tak putus asa. Ruang dapur kembali dikorbankan sebagai areal mengaji. Ia dan istri terpaksa melakukan demi anak-anak yang ingin mengaji bersama mereka.
Meski sibuk mengajar ngaji, Ustadz Malik memiliki banyak aktivitas, di antaranya petani dan tukang ojek.
Semua dia lakukan untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah dan menyambung hidup. Selama mengajar, Ustaz Malik dan istri memang tak memungut biaya kepada anak-anak yang belajar mengaji bersamanya.
Selama delapan tahun mengajar ia telah mengalami banyak lika-liku perjuangan. Banyak cobaan yang dilaluinya, salah satunya ketika ia diperkarakan ke Kepolisian lantaran seorang wali santri yang menuntutnya.
Tindakan tu nyaris membuat tempat mengajinya hampir tutup.
Namun karena ikhtiarnya, masalah tersebut dapat diselesaikan dengan baik dan tempat mengajinya pun dapat terus berjalan.
Pada 2018, Allah pertemukan Ustads Malik dengan PPPA Daarul Qur’an Cirebon melalui wasilah PLN Area Indramayu dan menjadi Rumah Tahfidz Daarul Qur’an PLN Al-Wafa.
Semenjak bergabung menjadi mitra Daarul Qur’an, Rumah Tahfidz Daarul Qur’an PLN Al-Wafa kian berkembang.
Saat ini, kegiatan belajar mengajar sudah dapat dilakukan di dua ruang kelas. Meski dengan dua ruang kelas, Rumah Tahfidz Daarul Qur’an PLN Al-Wafa masih membutuhkan tempat tambahan lagi untuk menampung santri yang ingin belajar di sana.
“ Saat ini, total 200 lebih santri yang belajar di rumah tahfidz, karena ruangan tidak cukup, dibagi waktunya dari pagi, siang dan malam, itupun saya masih belum bisa menerima yang daftar baru,” ujar Ustadzah Siti Robiah saat ditemui di Rumah Tahfidz PLN Al-Wafa, Kamis 5 November 2020.

Saat ini Ustadz Malik tak hanya ditemani sang istri dalam mengajar ngaji. Anaknya yang kini telah tumguh dewasa pun turut membantunya.
“ Saya dan keluarga ingin dapat barokahnya Al-Qur’an, mudah-mudahan dengan wasilah berkhidmat untuk Al-Qur’an bisa menjadi berkah untuk keluarga dan masyarakat Desa Sumuradem,” pungkas Ustadz Malik.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya