Bahagianya Santri Flores Sambut Kehadiran Alquran Wakaf

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 15 Agustus 2019 12:00
Bahagianya Santri Flores Sambut Kehadiran Alquran Wakaf
Umat Islam Ende sudah lama menantikan adanya Alquran baru.

Dream - Tak mudah hidup di daerah terpencil. Selain sulit terjangkau, fasilitas pun minim. Itulah yang dirasakan oleh umat Muslim yang tinggal di Flores.

Dakwah di kawasan pelosok Nusa Tenggara Timur (NTT) itu tidak mudah dilakukan. Bantuan fasilitas keagamaan, seperti wakaf Alquran dan pendirian masjid pun sulit.

Kondisi itu membuat PPPA Daarul Quran bertekad membumikan Alquran di Tanah Flores dengan program pengiriman mushaf Alquran terjemahan dan buku Iqra wakaf untuk umat Islam di NTT.

Daarul Quran© istimewa

" Kedatangan kami bersama beberapa boks Alquran disambut dengan suka cita," ujar Pimpinan Daarul Quran Makassar, Dena Fadillah, melalui keterangan tertulis diterima Dream, Kamis 15 Agustus 2019.

Dena mengatakan, masyarakat Muslim Flores sangat antusias dengan hadirnya Alquran baru tersebut. " Alquran yang selama ini digunakan untuk belajar dan menghafal sudah usang dan lapuk dimakan usia," kata dia.

Daarul Quran© istimewa

Pulau Flores memiliki satu pulau yang dihuni 7.000 Muslim. Para Muslim di pulau itu tinggal di sembilan desa yaitu Ndoriwoy, Redodory, Rendoraterua, Paderape, Kazokapo, Rengamange, Puutara, Rorurangga, dan Aejeti.

Sebanyak 400 mushaf Alquran dan 300 buku Iqro disalurkan kepada umat Islam di NTT khususnya di Desa Ndoriwoy, Rendoraterua, Pulau Ende, Kabupaten Ende pada 1-5 Agustus 2019 lalu. Kehadiran Alquran wakaf ini diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat untuk dapat membeli mushaf yang baru.

Sebab, untuk sekadar membeli Alquran baru, masyarakat setempat harus menempuh perjalanan 1,5 jam dari Kote Ende ke Pulau Ende. Mereka juga harus menyeberang dengan kapal angkutan umum, yang biasa disebut masyarakat dengan julukan 'Taxi'.

Daarul Quran© istimewa

Imam Masjid Al Amin di Pulau Ende, Abu Bakar, bersyukur dan menyampaikan terima kasih atas sedekah Alquran dari donatur lewat PPPA Daarul Quran. Dia sangat senang dengan bantuan tersebut karena sangat jarang ada lembaga sosial yang masuk ke Pulau Ende.

" Mudah-mudahan Allah membalas kebaikan bapak ibu dengan sebaik-baiknya balasan. Insya Allah jadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir melalui setiap huruf yang dibaca para santri dari Alquran yang didonasikan," kata Abu Bakar.

1 dari 5 halaman

Berikan Beasiswa Tahfiz Quran, D'Masiv Lelang Barang Kesayangan

Dream - Grup musik D'Masiv menggelar lelang barang kesayangan mereka saat menggelar konser amal di Kampus 3 IAIN Salatiga. Hasil lelang barang tersebut dimanfaatkan untuk beasiswa bagi para santri tahfiz Alquran.

" Manggung di IAIN Salatiga, lelang kaus yang pernah saya pakai beberapa kali buat manggung. Dan dibeli dengan harga Rp10 juta. Sepatu kesayangan Kiki (Gitaris D'Masiv) laku Rp1 juta. Semua akan disumbangkan untuk pembangunan rumah tahfizh dan beasiswa untuk para penghafal Al-Qur'an. @daarul_quran," tulis vokalis D'Masiv, Rian Ekky Pradipta.

D'Masiv© istimewa

Lelang tersebut dilaksanakan bersamaan dengan tabligh akbar dengan tema " Harmoni Cinta untuk Indonesia" pada Minggu, 7 Juli 2019 yang juga menghadirkan Syeikh Muhammad Jabeer sebagai penceramah.

Masyarakat Salatiga begitu antusias mengikuti lelang ini. Mereka bahkan turut bersedekah yang disalurkan kepada panitia lelang.

D'Masiv© istimewa

Kepala Cabang PPPA Daarul Quran Semarang, M. Nur Fauzan, bersyukur pelaksanaan konser amal ini mendapat respon positif dari masyarakat. Sejumlah tokoh dan institusi turut memberikan donasi lewat konser ini, seperti Wakil Rektor IAIN Salatiga, kepolisian, Direktur PDAM serta Dinas Pariwisata Kota Salatiga.

Donasi yang terkumpul mencapai Rp75 juta. Fauzan pun menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah terlibat memberikan donasi lewat tabligh akbar tersebut.

" Semoga Allah memberikan keberkahan dan melimpahkan segala kebaikan untuk kita semua," kata Fauzan.

D'Masiv© istimewa

Dalam kesempatan ini, Syeikh Muhammad Jabeer mengajak umat Islam untuk lebih dekat dengan Alquran. Adik Syeikh Ali Jabeer ini menjelaskan setiap huruf Alquran yang dibaca mengandung satu kebaikan.

" Bila satu ayat, satu halaman, hingga satu juz, maka akan mendapatkan kebaikan berlipat-lipat," kata Syeikh Muhammad Jabeer.

2 dari 5 halaman

Allahu Akbar, Bocah Difabel Ini Hafiz Cilik 30 Juz

Dream - Muhammad Naja Hudia Afifurrohman, 9 tahun, terlahir dengan kondisi fisik yang tidak sempurna. Dia menderita lumpuh otak celebral palsy yang membuat sensor motoriknya tidak bekerja secara normal.

Namun demikian, Naja mendapat anugerah yang luar biasa berupa daya ingat yang kuat. Di usianya saat ini, dia sudah mampu menghafal Alquran 30 juz sampai tahu letak ayat dalam halaman mushaf.

" Saya sebagai ibu tidak pernah menyangka sebegitu cepatnya menghafal Alquran dan saya kagum sebagai ibu, dia hafal sampai halaman-halamannya," ucap ibu Naja, Dahlia Andayani, dikutip dari Liputan6.com.

Dahlia mengatakan buah hatinya sangat cepat menghafal Alquran. Ketika diuji dengan dibacakan ayat, Naja langsung tahu pada halaman berapa letak ayat tersebut.

" Hanya sepotong ayat disebutkan, belum selesai dia sudah tahu ini dan halaman ini. Mamanya nggak pernah ngajarin," ucap Dahlia.

3 dari 5 halaman

Hafal Sampai Halaman-halamannya

Naja tercatat sebagai salah satu peserta Hafiz Indonesia 2019. Dia berhasil membuat kagum juri acara yang disiarkan televisi swasta nasional tersebut.

Pembawa acara tersebut, Irfan Hakim, memandu juri, Nabila Abdul Rahim Bayan, untuk menguji hafalan Naja. Nabila membacakan satu ayat dan meminta Naja menebak di mana letak ayat tersebut.

" Nanti Naja menebak itu surat dan ayat berapa dan halamannya juga. Dengarkan yah. Bismillahirrahmanirrahim," kata Irfan.

Nabila lalu membacakan satu ayat. Setelah selesai, Naja langsung memberikan jawaban yang membuat juri dan hadirin terkagum-kagum.

(ism, Sumber: Liputan6.com/Putu Elmira)

4 dari 5 halaman

Hafiz Tuna Netra Asal Mamuju Buat Wapres JK Terpukau

Dream - Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK) memuji hafiz tuna netra asal Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Fahrul Amin. Pertemuan itu terjadi di rumah dinas JK di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat.

" Saya ikuti, lihat Alquran. Dan insya Allah (bagus)," ujar JK, dikutip dari Merdeka.com, Minggu, 10 Februari 2019.

JK mengatakan, di tengah keterbatasannya Fahrul dapat menghafalkan Alquran. Bahkan, yang membuat takjub, Fahrul dapat menghafal Alquran menggunakan bahasa Arab.

" Secara ilmiah kan tidak bisa dijelaskan bagaimana anak yang hanya mendengar bisa hafal 30 juz dalam 1 tahun lebih," ucap di.

Selama bertemu Fahrul, JK juga tampak mengajak cucu-cucunya. Kebetulan, cucu-cucu JK baru saja pulang mengaji.

" Saat anak-anak baru pulang mengaji. Kalau hari Ahad kan pergi mengaji kemenakan, cucu," kata dia.

(Sah, Sumber: Merdeka.com/Suprihatin)

5 dari 5 halaman

Zaenal Mustofa, Hafiz Mungil dengan Segudang Prestasi

Dream - Zaenal Mustofa bukan lagi bocah. Dia malah sepantasnya disebut sebagai pemuda, meski badannya tidak seukuran orang normal.

Ya meski usianya 21 tahun, Zaenal memiliki tinggi badan di bawah rata-rata. Meski demikian, hal itu tidak menjadi halangan bagi pemuda kelahiran Temanggung, Jawa Tengah ini untuk berprestasi.

Selain sebagai mahasiswa IAIN Samarinda, Zaenal adalah seorang penghafal Alquran. Bahkan dia aktif sebagai Ketua Umum Jam'iyyatul Qurra wal Hufadz (JQH) di kampusnya.

Bersama Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tersebut, Zaenal tengah menggarap program pengkaderan hafiz. Program ini diharapkan dapat melahirkan para tahfiz Alquran.

" Menghafal Alquran adalah pilihannya dan menjadi impian bagi banyak orang, karenanya dinilai sangat mulia di sisi Allah," kata Zaenal, dikutip dari Kemenag.go.id.

UKM yang dipimpin Zaenal kini telah memiliki 1.000 anggota. Organisasi ini memiliki 5 divisi dengan program strategis yaitu Hafiz Quran, Tilawah Alquran, Tafsirul Alquran, Tahsinul Alquran, dan Kaligrafi.

" Alhamdulillah berkat kerja keras segenap pengurus JQH, untuk Penerimaan Anggota Baru (Petaba) tahun akademik 2018 berhasil merekrut 600 orang anggota," kata Zaenal.

 

Beri Komentar