6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan (Shutterstock.com)
Dream - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengajak semua negara untuk beralih kepada ekonomi Islam. Dia menyatakan perangkat dalam Islam menjadi 'kunci' untuk bisa keluar dari kesengsaraan ekonomi yang kini tengah dihadapi dunia.
" Pendanaan berlebihan telah menciptakan model ekonomi membengkak, yang hanya peduli pada pendapatan yang diterima tanpa mementingkan modal kemanusiaan dan sosial," ujar Erdogan saat menjadi narasumber pada Konferensi Internasional ke-12 tentang Ekonomi dan Keuangan Islam, dikutip dari Anadolu Agency.
Erdogan melihat saat ini perekonomian dunia tengah jatuh dalam krisis akibat pandemi Covid-19. Dia juga menyoroti janji-janji kesejahteraan yang ditawarkan sistem ekonomi global, yang justru menimbulkan kesenjangan.
" Bertentangan dengan apa yang dijanjikan, distribusi pendapatan dan kekayaan secara bertahap memburuk di seluruh dunia, dan kesenjangan antara negara-negara melebar," kata dia.
" Setiap krisis yang bermula dari sektor finansial dengan cepat menyebar ke sektor riil dan menciptakan pasukan pengangguran baru," ucap Erdogan.
Awal tahun ini, lembaga pemeringkat Moody memprediksi aset perbankan Islam Turki meningkat dua kali lipat dalam satu dekade ke depan. Ini akibat inisiatif pemerintah dalam mendorong pertumbuhan di sektor ini.
Turki telah menempatkan diri untuk menjadi pusat partisipasi perbankan dan keuangan Islam dunia. Juga telah memberikan bantuan medis kepada 125 negara.
Erdogan mengatakan Turki telah menjadi salah satu negara yang melewati periode pandemi dengan kerusakan ekonomi paling kecil. Kebutuhan dalam negeri berhasil dipenuhi secara mandiri.
Pada kuartal pertama 2020, Turki mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,5 persen. Erdogan menyatakan pertumbuhan tersebut menjadi pembeda Turki dengan negara-negara lain tidak hanya di sektor kesehatan melainkan juga ekonomi.
" Dengan terwujudnya kalender normalisasi, sektor produksi, perdagangan, dan pariwisata mulai bangkit," kata dia.
Pada Sabtu pekan lalu, Turki mengonfirmasi hampir 176.700 kasus positif Covid-19, dengan angka kesembuhan sebanyak 150 ribu pasien. Covid-19 telah menewaskan 4.800 orang di negara tersebut.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
