Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Babi Kutil Dianggap Sebagai Babi Dengan Muka Terburuk Di Dunia (Foto: Chester Zoo Via Foxnews.com)
Dream - Tim peneliti gabungan dari Inggris dan Indonesia berhasil merekam spesies babi berkutil Jawa yang hampir punah. Spesies tersebut disebut-sebut sebagai babi dengan wajah terburuk di dunia.
Meski begitu, Koordinator Lapangan Program Kebun Binatang Chester di Asia Tenggara, Johanna Rode-Margono, menyebut babi tersebut 'cantik'.
" Bagi saya, mereka tidak jelek, mereka cantik," kata Johanna, tulis NTD.tv yang mengutip BBC.
Selama penelitian, Johanna dan tim memasang tujuh kamera di beberapa lokasi di Pulau Jawa. Namun hanya tiga kamera yang berhasil menangkap keberadaan hewan langka tersebut.

Johanna khawatir spesies babi kutil telah punah di banyak lokasi. Sebab, menurut International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN), babi kutil dikategorikan " terancam punah" .
© Dream
Kebun binatang Chester, Inggris, memperkirakan populasi babi kutil merosot sejak awal 1980-an karena perburuan dan kehilangan habitatnya. IUCN memperkirakan selama tiga generasi terakhir keberadaan babi kutil menurun hingga 50 persen.
" Itu berarti ancaman terus berlanjut dan jika kita tidak melakukan apapun, semakin banyak populasi akan lenyap. Ini bendera merah besar," kata Johanna.
Johanna mengatakan, spesies babi memainkan peran penting dalam ekologi lingkungan. Mereka menjaga agar tanah dapat digunakan dengan menggali dan mengolahnya, dan mereka menyebarkan benih dari makanan yang mereka konsumsi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang