Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: YouTube / Barcroft TV)
Dream - Jagat maya dibuat gempar dengan sebuah video anak balita sedang bermain dengan ular piton raksasa. Yang membuat netizen emosi adalah ayah si bayi terlihat hanya melihat saat ular itu merayap di atas punggung sang bayi.
Ular sepanjang 4 meter itu terus bergerak sampai akhirnya badanya terlihat merayap di kepala balita perempuan bernama Alyssa.
Sang ayah, Jamie Guarino, dari Walled Lake, Detroit, Amerika Serikat, mengaku tidak khawatir dengan putrinya yang baru berusia 1 tahun itu.
Guarino percaya ular piton raksasa peliharaannya yang diberi nama Nay-Nay itu sudah jinak dan tidak membahayakan putrinya.
Meskipun video tersebut direkam enam tahun yang lalu, namun menimbulkan pro dan kontra setelah dibagikan kembali oleh laman Facebook Beast Buddies pada hari Senin lalu.
Guarino mengatakan bahwa dia sengaja merilis video itu untuk menantang persepsi orang soal binatang reptil tersebut.
© (Foto: YouTube / Barcroft TV)
Dia ingin menunjukkan bahwa ketakutan manusia terhadap ular benar-benar tidak masuk akal.
" Saya ingin memperlihatkan fakta bahwa ular bukanlah makhluk jahat. Mereka bisa menjadi hewan peliharaan yang penuh kasih sayang meski memiliki reputasi buruk. Putriku sama sekali tidak takut dan terancam.," katanya di video tersebut.
Guarino kemudian membeberkan fakta bahwa serangan anjing terhadap manusia lebih sering terjadi dibandingkan dengan ular.
" Sebanyak 95 persen serangan terhadap manusia justru dilakukan oleh anjing," tambahnya.
Guarino dan anak perempuannya yang lain bernama Krista mendirikan SnakeHunters TV, saluran YouTube yang didedikasikan untuk mengubah persepsi orang tentang ular.
Selanjutnya Guarino mengomentari orang-orang yang sudah melihat videonya itu. Dia mengatakan bahwa ketakutan terhadap ular itu mungkin direkayasa dan ditanamkan di pikiran orang-orang.
" Ketika melihat video ini, reaksi pertama pasti ngeri atau negatif. Tapi saya tidak mengerti mengapa karena seperti yang kalian lihat Nay-Nay hanya bergerak ke sana ke mari. Ia tidak tertarik untuk menggigit, membelit dan menelan putri saya," jelasnya panjang lebar.
© Dream
Meski begitu netizen tetap mengecam tindakan Guarino yang membahayakan keselamatan Alyssa.
" Binatang itu terlihat tenang karena sedang mengukur berat dan ukuran anak malang itu sebagai santapannya satu hari nanti. Tapi itu bukan urusanku," tulis Jennifer L Moyer.
Sementara itu ada juga yang membela tindakan Guarino dengan mengatakan bahwa pria itu paham sifat-sifat ular jadi putrinya akan aman-aman saja.
" Untuk yang mengatakan ini adalah hal buruk, kalian harus mengerti bahwa dia adalah seorang ahli ular yang tahu karakter hewan peliharaannya. Justru lebih berbahaya jika meninggalkan anak bayi bersama seekor kucing," kata Jody Lord.
Namun seorang netizen bernama Terria Jean Walters membagikan pengalaman buruknya tinggal bersama ular piton yang berukuran sama dengan milik Guarino.
" Mantan pacarku punya ular piton yang berukuran sama. Tidak pernah membunuh karena mantan pacarku selalu memberinya makan daging ayam utuh secara teratur. Dia membual ular kesayangannya itu tidak akan melukai binatang lain karena dibesarkan secara berbeda.
" Aku percaya kepadanya.. sampai satu hari ular itu hilang dari kotaknya. Setelah dicari, ternyata ular itu memakan kucingku. Aku syok dan meminta ular itu dikeluarkan dari rumah. Tapi mantan pacarku bersikeras menolak.
" Di tengah malam, aku bangun untuk ke kamar mandi dan melihat ular itu hilang lagi dari kotaknya. Setelah aku cari, ular itu sedang berjalan menuju ranjang bayi anakku yang berusia 2 tahun.
" Jika saja aku tidak bangun, anakku mungkin sudah dimakan ular itu. Malam itu juga aku berpisah dari mantan pacarku dan keluar dari rumah itu. Terkadang ada juga orang tua yang tidak cerdas sama sekali. Ular itu makan berdasarkan insting, bukan karena sudah jinak."
(Sah/Sumber: Mirror.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya