Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Satu rumah sakit di Dhaka, Bangladesh, mendeteksi dua kasus jamur hitam yang telah dinyatakan sebagai epidemi di negara tetangga, India.
" Salah seorang pasien berusia 45 tahun, didiagnosis dengan penyakit jamur hitam yang dikenal sebagai mukormikosis pada 8 Mei. Pasien lainnya berusia 60 tahun, dikonfirmasi terinfeksi pada 23 Mei 2021," ungkap laporan surat kabar lokal Daily Star, mengutip pejabat Rumah Sakit Umum Birdem.
" Di lab kami, telah terkonfirmasi dua pasien dengan mukormikosis. Saat ini keduanya tengah dalam perawata dan kami mencoba mengontrol gula darah mereka," papar laporan tersebut mengutip Lovely Barai, profesor di Depertamen Mikrobiologi di RSU Birdem.
Menurut Anadolu Agency, Selasa 25 Mei 2021, Departemen Kesehatan Bangladesh mengadakan pertemuan darurat tentang epidemi jamur hitam pada pekan lalu. Mereka mengirimkan peringatan diri kepada pejabat terkait di tingkat distrik.
Bangladesh berbagi perbatasan darat lebih dari 4.000 kilometer dengan India, yang merupakan perbatasan terpajang negara itu.
Hampir 10.000 orang di India telah terinfeksi jamur hitam dengan lebih dari 200 kematian. Sementara itu, otoritas kesehatan negara telah memberikan peringatakan penyakit jamur langka dengan tingkat kematian 50%.
Berbicara kepada Anadolu Agency, Dr ABM Khurshid Alam, Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Bangladesh mengatakan, mereka lebih memerhatikan Covid-19 bukan jamur hitam.
“ Biasanya jamur ada di air, tanah dan udara. Jadi target utama kami bukanlah pengobatan setelah infeksi. Justru kami lebih berkonsentrasi pada tindakan preventif agar tidak tertular,” ujar Alam.
Dia menambahkan, bagaimanapun penyakit itu tidak dalam kondisi yang mengkhawatirkan di Bangladesh.
“ Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar tidak menyebar di tengah pandemi global ini,” papar dia.
Ketua Yayasan Dokter Bangladesh, Dr Md Shahed Rafi Pavel, mengatakan, meskipun kasus jamur hitam masih dalam tahap yang sangat awal dan tidak dalam keadaan yang mengkhawatirkan seperti di India, masalah ini harus ditangani dengan baik agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam waktu dekat.
“ Saya berharap seiring mengatasi pandemi, pemerintah juga akan mengambil langkah yang diperlukan dari tingkat perkotaan hingga akar rumput tentang jamur,” ujar dia.
Negara itu sejauh ini mencatat 12.401 kematian akibat pandemi virus corona sementara total beban kasus mencapai 790.521, menurut catatan resmi pemerintah.
Sumber: Anadolu Agency
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya