Warganet Ramaikan Lini Masa dengan Foto Gerhana Bulan Total

Reporter : Amrikh Palupi
Rabu, 26 Mei 2021 20:22
Warganet Ramaikan Lini Masa dengan Foto Gerhana Bulan Total
Lihat keseruannya!

Dream - Masyarakat menyambut antusias datangnya gerhana bulan total yang jatuh hari ini Rabu 26 Mei 2021. Terbukti, keyword Super Blood Moon, Gerhana, dan Bulannya ramai di lini masa Twitter.

Hal ini wajar, mengingat fenomena Gerhana Bulan Total atau Super Blood Moon ini hanya terjadi siap 195 tahun sekali. Alhasil, warganet pun ramai-ramai menggunggah sejumlah foto yang diabadikan menggunakan smartphone atau perangkat fotografi lainnya.

Seperti apa hasil foto dan cuitan warganet tentang Gerhana Bulan Total atau Super Blood Moon ini?

Gerhana Bulan Total 1© Gerhana Bulan Total 1

Gerhana Bulan Total© Gerhana Bulan Total

Gerhana Bulan Total© Gerhana Bulan Total

1 dari 4 halaman

Cuitan dan Unggahan Foto Gerhana Bulan Total

Gerhana Bulan© Gerhana Bulan


" gue abis motoin super blood moon. Gue pantengin ampe bersih haha" tulis akun @@Matchabilatte

2 dari 4 halaman

Detik-Detik Gerhana Bulan Total Terlihat Memukau

Dream - Fenomena gerhana bulan total atau super blood moon akhirnya terlihat malam ini, Rabu 26 Mei 2021. Detik-detik terjadinya gerhana bulan total terpantau dari kawasan Pantai Ancol, Jakarta Utara.

Dermaga Cinta Pantai Ancol, detik-detik gerhana bulan total terjadi sesuai prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yakni tepat pada pukul 18.18 WIB.

Gerhana Bulan terlihat di Ancol© Gerhana Bulan terlihat di Ancol

Foto : Radityo Priyasmoro/Liputan6.com

Terjadi pukul 18.18 WIB pada puncaknya berlangsung 10 menit sampai 18.28 WIB," kata Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhammad Sadly di Pantai Ancol Jakarta Utara, Rabu 26 Mei 2021.

Fenomena merahnya bulan saat gerhana ini akan berlangsung hingga akhir fase atau penumbar. Sesuai prediksi BMKG, fase itu terjadi pada pukul 20.51 WIB.

Gerhana Bulan terlihat di Ancol© Gerhana Bulan terlihat di Ancol

Foto : Radityo Priyasmoro/Liputan6.com

Sadly mengatakan, gerhana bulan merah ini cukup langka. Dia memprediksi fenomena serupa akan kembali terjadi pada 2033.

Sadly mengatakan, masyarakat Indonesia yang tidak berada di Ancol dapat menyaksikan fenomena gerhana bulan total secara daring melalui saluran Youtube resmi BMKG.

" Kami didukung oleh jaringan kuat, jadi masyarakat Indonesia bisa jugal langsung saksikan secara daring," Sadly menandasi. (mut)

Sumber : liputan6.com

3 dari 4 halaman

Gerhana Bulan Total, BMKG Minta Warga Waspada Hal Ini

Dream - Gerhana bulan total atau super blood moon membuat banyak orang penasaran. Tampilan bulan jadi kemerahan dan sangat memikat, tapi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberi peringatan, khususnya masyarakat di daerah pesisir. Hal tersebut karena saat gerhana bulan sangat berpotensi memicu banjir rob.

" Gerhana bulan total yang akan terjadi dikenal dengan istilah super blood moon. Pada saat itu, bulan akan berwarna merah yang terlihat dengan ukuran relatif lebih besar dari fase bulan purnama biasa," ujar Kepala BBMKG Wilayah I Medan Hartanto di Medan, dikutip dari Liputan6.com.

Hartanto menjelaskan, gerhana bulan total atau super blood moon mempengaruhi ketinggian pasang surut air laut, di mana, posisi bulan, bumi, dan matahari yang sejajar akan mengakibatkan gaya tarik terhadap air laut lebih tinggi sehingga terjadi pasang air laut lebih tinggi. Hal ini bisa menyebabkan banjir rob.

" Dampak dari banjir rob di wilayah pesisir akan berpotensi pada terganggunya transportasi pelabuhan dan pesisir, aktivitas masyarakat serta bongkar muat di pelabuhan," kata dia.

 

4 dari 4 halaman

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari banjir pesisir (rob). Perhatikan juga update informasi cuaca dari BMKG sehubungan dengan adanya gerhana bulan total atau super blood moon.

BMKG Prediksi Banjir Rob di Pesisir Utara dan Selatan Jawa pada 19-21 Juni© MEN

Hartanto mengatakan, gerhana bulan total merupakan fenomena unik dan patut ditunggu masyarakat. Secara kasat mata, masyarakat dapat melihat dan menyaksikan fenomena langit secara langsung tanpa memakai teropong atau lensa optik.

" Untuk wilayah Sumatera Utara, secara umum warga tidak dapat melihat puncak gerhana matahari yang diperkirakan pada pukul 18:09:21 WIB, demikian juga dengan akhir fase total pukul 19:28:05 WIB," katanya.

Beri Komentar